Home > Lain-lain > Dassler bersaudara..

Dalam perjalanan menuju Munich saya melewati sebuah kota kecil yang lumayan penting dalam peta bisnis tetapi mungkin sangat tidak terkenal di dunia. Herzogenaurach, adalah sebuah kota di propinsi Bavaria yang seperti umumnya kota-kota lain di Jerman, sama sekali nga menarik dan tidak ada bagus-bagusnya. Tetapi kalian pasti akan terperangah jika saya katakan kalau kota ini merupakan headquarters dua perusahaan sportswear yang sangat termasyhur serta ternama. Ya, disinilah berawal dan cikal bakal dua company yang selalu bersaing di pentas olahraga yaitu Adidas dan Puma.

Kedua perusahaan ini merupakan peringkat kedua dan ketiga di dunia setelah Nike, sebuah perusahaan raksasa yang berasal dari Amerika. Adidas memiliki saham di Football Club Bayern M√ľnchen sedangkan Puma punya di Borrussia Dortmund dan juga pernah 5 tahun menjadi sponsor club Arsenal kalau mereka berlaga. Banyak atlit-atlit terkenal di seluruh dunia yang menjadi spoke person bagi kedua perusahaan yang selalu bersaing dalam hal apa saja. Rivalry di antara kedua perusahaan ini yang masih berlangsung hingga kini yang mengikuti jejak asal para penciptanya.

Sekitar 1 abad yang lalu, tepatnya July 1924, adalah dua bersaudara Adolf dan Rudolf Dassler yang memulai mendirikan pabrik sepatu di ruang laundry di rumah milik keluarga. Mereka melakukan revolusi pada sepatu para pelari dengan mengganti alas dasar berduri dari bahan besi dengan kanvas dan karet yang lebih ringan sehingga sang atlit bisa lebih leluasa. Walaupun sudah beberapa kali atlit yang mereka lakukan uji coba meraih juara tetapi ketenaran baru terjadi pada Jesse Owens, seorang pelari kulit hitam asal Amerika yang menjadi bintang pada Olympiade ’36 mengalahkan dominasi atlit-atlit ras Arya. Hitler sangat murka dan walaupun mereka berdua termasuk pendukung utamanya, dengan alasan ‘it’s just a business’ yang membuat mereka bisa menjual ratusan ribu pasang sepatu pertahun sebelum Perang Dunia kedua.

Setelah perang, kedua bersaudara ini kemudian berselisih paham yang membuat jalan terpisah tanpa pernah lagi berdamai hingga maut menjemput mereka. Tidak jelas asal mula perkara tetapi sepertinya istri Adi memang suka ikut campur yang membuat keduanya sering bertengkar dan setiap perkataan akhirnya menjadi salah terima. Perselisihan diperkirakan memuncak terjadi pada saat perang sebab Rudolf menyangka sang adik melaporkannya ke pihak tentara Amerika sebagai mata-mata. Adolf Dassler kemudian mendirikan perusahaan Adidas yang menggunakan nama panggilannya Adi sedang Rudolf juga membuat yang sama dengan nama singkatan Ruda.

Saking tidak sudinya untuk bersama, Rudolf sengaja membangun pabrik di sisi yang berbeda dari sungai Aurach yang membelah kota. Para penduduk kota yang bekerja di pabrik milik mereka juga terpisah menjadi dua tetapi kadang-kadang suka menggunakan perselisihan ini untuk mendapatkan sepatu gratis dengan berbagai cara. Misalnya jika mereka datang ke rumah Rudolf, mereka sengaja menggunakan sepatu Adidas yang jelas akan membuat Rudolf sangat marah. Sehingga dia akan menyuruh mereka untuk pergi ke pabrik miliknya untuk memilih sepatu yang mereka suka secara cuma-cuma.

Tiga strips yang menjadi trademark Adidas ternyata baru dimulai pada tahun 1952 yang hak patennya dibeli dari sebuah perusahaan pakaian olahraga asal Finlandia. Sedang logo Ruda dari awal sudah hampir sama yaitu binatang yang melompat dan hanya beberapa bulan kemudian dia mengganti dengan nama Puma. Gambar pada logo itu sebenarnya adalah binatang yang sudah dikenal dengan nama cougar oleh penduduk di seluruh dunia. Tetapi karena Rudolf, nama puma kemudian menjadi kosa kata baru yang sebenarnya merupakan panggilan oleh sebuah suku di pegunungan Andes, Peru yaitu suku Quechua.

Perusahaan mereka berdua selalu bersaing untuk mensponsori atlit-atlit yang berlaga di gelanggang utama dan terutama yang berpotensi untuk menjadi juara. Sebelum ada peraturan tentang sponsorship, seorang pelari asal Jerman pada Olympiade ’60 justru mengantongi uang dari keduanya tanpa sepengetahuan mereka. Dia memakai sepatu Puma ketika berlari dan mengenakan Adidas ketika naik ke podium untuk menerima medali sebagai juara pertama. Adolf sangat marah, dan kemudian selalu memastikan kalau seorang atlit tidak pernah lagi bermain dua kaki dan menjadi serakah.

Sampai akhir hayatnya kedua kakak beradik ini tidak pernah mau untuk berada pada satu ruangan yang sama. Rudolf meninggal pada usia 76 karena kanker paru dan Adi menyusul 4 tahun kemudian karena sakit jantung yang sudah diidap sejak lama. Walaupun akhirnya mereka dikuburkan di tanah pemakaman yang sama tetapi jaraknya dibuat sejauh yang mungkin bisa. Anak-anak cucu mereka sampai kini masih memegang posisi penting di masing-masing perusahaan, dan anak Adi yaitu Horst Dassler malah membuat perusahaan terkemuka dalam pakaian renang yaitu merek Arena.

 

Tabik.

B. Uster Kadrisson