Home > Lain-lain > Vampire, the witch and king Saul..

Saul, raja Israel yang pertama sangat terperanjat ketika mendapat perintah dari nabi Samuel untuk membunuh semua keturunan Amalekites tanpa ada yang tersisa. Katanya Tuhan telah bersabda untuk tidak menyisakan satu orangpun jua termasuk anak-anak dan bayi serta orang-orang yang sudah tua renta. Bahkan juga semua binatang ternak tanpa terkecuali meliputi kambing, biri-biri, keledai dan unta. Dia sampai bertanya-tanya apa kesalahan yang telah mereka perbuat sampai turun sebuah perintah yang terasa sangat kejam dengan menghapus semua anak keturunan dari atas muka dunia.

Walaupun dengan berat hati, Saul pergi juga dengan membawa lebih dari dua ratusan ribu tentara untuk menumpas bangsa yang sedemikian dibenci karena telah adanya perintah dari yang Maha Kuasa. Kalau mendengar cerita-cerita dari nenek moyang yang mengatakan kalau kaum merekalah yang memulai duluan, menyerang bangsa Israel ketika keluar dari Mesir saat dibawa oleh nabi Musa. Dalam pertempuran di bawah komando Joshua, Musa sampai harus berdiri di atas sebuah bukit dengan kedua belah tangan yang terangkat tinggi ke udara. Tetapi sampai saat itu masih banyak simpang siur kabar berita tentang apa sebenarnya yang menjadi akar dari masalah.

Tetapi karena perintah yang sepertinya sangat sadis membuat Saul menjadi bimbang hati dan hanya melakukan setengah-setengah. Dia tidak tuntas mengerjakan tugas yang telah diberikan dan membiarkan raja Agag tetap hidup sebagai seorang sandera. Sedangkan ternak-ternak yang bermutu bagus dia jadikan sebagai binatang korban dan hal ini membuat nabi Samuel menjadi sangat murka. Raja Agag akhirnya dibunuh oleh Samuel dan dengan nada mengutuk dia berlalu meninggalkan Saul dan sampai hari kematiannya mereka berdua tidak pernah lagi berjumpa.

Kini di ujung hari menjelang pertempuran besar dengan bangsa Phillistine di bukit Gilboa, Saul merasa resah karena tidak tahu lagi harus berbuat apa. Doa-doanya tidak pernah dijabah, dan tidak ada lagi orang-orang suci yang sudi untuk mendampingi dan memberinya petuah. Ingin rasanya dia bertanya kembali kepada nabi Samuel dan dia pernah ada mendengar tentang seorang perempuan tua di desa Endor yang mempunyai kekuatan untuk bisa memanggil arwah. Malam itu juga dia pergi dengan ditemani oleh beberapa pengawal terpercaya menemui the witch of Endor untuk berbicara.

The witch of Endor akhirnya bisa membangkitkan arwah nabi Samuel atas permintaan Saul yang sudah setengah putus asa. Tetapi Samuel kembali menekankan kalau Tuhan sudah tidak lagi berkenan dengan Saul karena dia telah pernah melawan perintah. Badannya gemetar ketika Samuel berkata kalau keesokan hari merupakan pertempuran penghabisannya yang akan berakhir dengan kehilangan nyawa. Setengah berteriak Saul meminta jawaban apa kesalahannya ketika dia menolak untuk membunuh seluruh bangsa, tetapi arwah Samuel telah menghilang dan tidak memberikan keterangan apapun jua.

The witch of Endor kemudian menenangkan hatinya dan menyediakan makan malam untuk membangkitkan semangat, sambil bercerita. Tentang asal muasal bangsa Amalekites dan perseteruan yang sudah berlangsung sejak jaman dahulu kala. Yang bermula dari si kembar Esau dan Jacob, ketika yang bungsu mengambil dengan cara menipu yang bukan menjadi haknya. Jacob mengelabui sang ayah, Isaac yang sudah buta dengan menyamar menjadi Esau sehingga dia akhirnya yang mendapatkan berkah.

Walaupun Esau dan Jacob sudah saling memaafkan tetapi keturunan mereka masih saling bertikai hingga nanti akhirnya Esau terbunuh karena berebut liang lahat. Dari sekian banyak anak dari Esau, tersebutlah seorang yang bernama Elifaz yang beristrikan Timna, seorang putri kerajaan yang menjadi marah ketika ditolak untuk berbaiat. Keturunan Jacob yang merasa derajadnya lebih tinggi karena telah dijanjikan sebagai manusia pilihan sangat memandang rendah keturunan Esau yang akhirnya menimbulkan dendam kesumat. Timna kemudian bersumpah akan menghabiskan keturunan Jacob sampai tetes darah terakhir, yang secara harfiah akan dia hisap.

Timna mempunyai seorang putra bernama Amalek yang dari keturunannya berkembang menjadi ras penghisap darah. Mereka agak susah untuk dibinasakan, ketika Joshua bertempur dengan mereka, nabi Musa membantu dengan mengangkat tangannya yang karena mukjizat dari Tuhan sehingga bisa mengeluarkan cahaya. Tetapi setiap kali tangannya diturunkan, bangsa Amalekites kembali bangkit setelah tadinya lemah tidak berdaya. Sehingga Aaron dan Hur harus menopang kedua tangan Musa walaupun dia sudah sangat lelah.

Saul kini menjadi mengerti mengapa turun perintah Tuhan menyuruhnya untuk menghabisi semua keturunan Amalekites sampai tiada tersisa. Jika saja dia mengetahui alasan yang sebenarnya, tentu dia tidak akan membiarkan ada yang lolos dari tebasan pedangnya. Ketika keesokan harinya, Saul menderita kekalahan di medan perang dan menyaksikan tiga orang putranya mati di medan laga. Dalam keputus asaannya dia meminta seorang pengawal untuk membunuhnya, yang tanpa setahunya kalau merupakan keturunan Amalekites dan dengan senang hati mengabulkan permintaannya.

Karena Saul tidak menghabisi semua keturunan Amalekites, sehingga yang tersisa masih terus saja memberikan perlawanan. Saat David menjadi raja, pernah terjadi pemberontakan oleh Amalekites sampai kedua istrinya menjadi tawanan. Hingga sampai 600 tahun kemudian masih saja terdengar kabar tentang kaum Amalekites ketika bangsa Persia menguasai daratan. Haman the Agagite yang merupakan keturunan raja Agag berhasil menjadi kaki tangan raja Xerxes dan hampir menghabisi seluruh kaum Yahudi yang saat itu dalam status pembuangan.

Tabik.

B. Uster Kadrisson

..

Catatan : (behind the scene)
Saat membaca buku the Alchemist karangan Michael Scott, ada tokoh the Witch of Endor yang menarik perhatian saya. Ketika menelaah kebelakang untuk mencari data, saya menemukan ayat-ayat di Alkitab tentang pertemuannya dengan Saul, raja Israel yang pertama. Pencabutan pemberkatan terhadap Saul yang menolak untuk melakukan genosida terhadap bangsa Amalekites membuat saya ingin membongkar lebih jauh tentang siapa sebenarnya mereka. Dan dari kitab midrash kaum Yahudi terbersit cerita tentang Timna yang sepertinya menjadi cikal bakal makhluk yang salah satu keturunannya nanti bernama dracula.

Saya kemudian menyambung puzzle satu persatu, antara perintah genosida yang sepertinya kejam dengan peristiwa yang terjadi dengan nabi Musa. Sedang nama Amalek sendiri sebenarnya sudah memberikan petunjuk karena maknanya adalah penjilat darah. Semuanya ada jelas tertulis di Alkitab perjanjian lama tetapi sepertinya tidak ada yang berpikir sejauh saya. Rata-rata semua nara sumber yang saya baca hanya berkutat tentang kesimpulan penyerahan diri seutuhnya dan melakukan perintah Tuhan tanpa harus banyak tanya.

Source : Old Testament, Book of Samuel and Exodus. Midrash Shmuel. Al-Qur’an.

Battle of The Israelites and the Amalekites, oil on panel, 1602, Jan Brueghel the Elder, Dresden, Germany.

Saul and the Witch of Endor, oil on canvas, 1777, Benjamin West,

Joshuah Ordering the Sun to Stand Still (1743-1744), Joseph Marie Vien in Musée Fabre, Montpellier.