Home > Lain-lain > Let’s Talk About Sex.. (transgender)

Menjelang reuni keluarga besar Hogwarts yang akan disiarkan awal tahun, JK Rowling, pengarang terkenal asal Inggris kembali menjadi bulan-bulanan di berbagai platform sosial media. Ibu dari Harry Potter dan kawan-kawan ini beberapa minggu yang lalu mengkritik kebijakan atas sebuah pernyataan yang dilansir oleh pihak kepolisian Scotlandia. Mereka mengatakan akan memasukkan file sebuah kasus pemerkosaan yang dilakukan oleh trans-people ke dalam kategori pelaku wanita. Hanya berdasarkan pengakuan dari tersangka walaupun yang bersangkutan belum melakukan operasi kelamin secara utuh sehingga si otongnya secara significant masih ada.

Saya menjadi teringat kejadian dua dasa warsa yang lalu, saat sebuah kehebohan terjadi di sebuah daerah di Tangerang, di mana saat itu saya pernah bekerja. Seorang waria dinyatakan telah menghamili seorang wanita yang selama itu dikenali oleh para warga sebagai seorang teman baiknya. Sang waria yang bekerja di salon kecantikan, memang sudah diterima oleh kalangan setempat sebagai sosok perempuan karena 24 jam sehari dia memang berpakaian dan berlagak seperti kaum Hawa. Tetapi walaupun jiwanya terbilang wanita ternyata onderdil di bagian bawah masih bisa berfungsi dengan baik dan menemukan saluran yang semestinya.

‘Todo Sobre Mi Madre’ film hasil besutan sutradara favorite saya asal Spanyol, Pedro Almodovar juga pernah bercerita tentang hal yang hampir sama. Seorang wanita mencari mantan suaminya untuk mengabarkan kalau anak laki-laki mereka mengalami kecelakaan dan telah meninggal dunia. Betapa terkejutnya ketika dia menemukan ternyata suaminya sudah menjadi pelacur transeksual yang sedang mengidap AIDS dan ketagihan narkoba. Yang lebih celaka lagi, walaupun sudah menjadi seorang transeksual ternyata sang suami juga telah menghamili seorang suster muda yang sedang mengabdi di sebuah biara.

Saya juga teringat akan film ’20 centimeters’ yang pernah saya tonton saat ada sebuah film festival di New York. Film komedi musical asal Spanyol ini bercerita tentang seorang trans-seksual yang menginginkan untuk mengoperasi alat kelaminnya yang berukuran ekstra besar yang baginya hanya berupa daging seonggok. Masalah menjadi sangat pelik ketika dia bertemu dan jatuh cinta dengan seorang pemuda yang malah menerima dia apa adanya tanpa harus merubah sesuatu yang baginya menjadi momok. Soalnya sang pacar yang sangat tampan justru menyukai barang yang satu itu karena dia lebih senang berada pada posisi untuk disodok.

Kembali ke masalah JK Rowling yang sejak dua tahun terakhir sering dituduh sebagai seorang feminist anti trans people. Masalah ini berawal ketika dia membela seorang wanita yang dipecat dari pekerjaannya karena cuitan yang dianggap kontroversial. Wanita tersebut mengatakan kalau wanita adalah wanita dan alat kelamin adalah sesuatu yang real. Sehingga transgender harus dibedakan antara yang mengalami sekedar perubahan kelamin atau benar-benar yang berubah secara mental dan spiritual.

Sebenarnya mereka yang dikatakan ultrafeminist ini hanya tidak begitu setuju dengan perhatian pemerintah yang kini dirasakan terlalu berlebihan. Memang kaum transgender harus dilindungi karena kehidupan mereka sangat rawan terhadap berbagai masalah terutama menyangkut perubahan anatomi badan. Tetapi undang-undang perlindungan terhadap wanita sendiri, walaupun sudah berada di negeri yang sangat maju masih terbilang sangat kurang dan masih berat sebelah yang cenderung membela kaum Adam. JK Rowling yang pernah mengalami kekerasan dalam rumah tangga dan hampir kehilangan hak asuh atas anak ketika perceraian, tentu telah merasakan sendiri kalau hak-hak wanita masih jauh dari kesan nyaman.

Terus terang saya kadang bingung ketika membaca tentang perubahan anatomi yang terjadi di kalangan transpeople. Seperti para ladyboy di Thailand yang selain karena perubahan yang tidak komplit dan setengah-setengah karena tersangkut masalah biaya operasi yang memang sangat mahal. Tetapi masalah psikologis yang kadang saya juga tidak bisa mengerti ketika seorang transwoman menjadi lesbian atau seperti kasus di atas yang masih mempunyai selera ketika melihat badan perempuan yang sintal. Atau gay transman yaitu seorang perempuan yang menjadi laki-laki tetapi masih mempunyai kemaluan wanita dan malah menjadi homoseksual seperti bintang porno Buck Angel yang lumayan terkenal.

 

Tabik.

B. Uster Kadrisson