Home > Lain-lain > Virgo..

Dahulu sekali, Olympus hanya ditempati dan menjadi sebagai kediaman resmi untuk segelintir para dewa-dewa. Selain Zeus dan belasan petinggi yang bertakhta di sana, para dewa dan dewi yang lainnya hidup di bumi bersama-sama dengan manusia. Mereka hidup bahagia dan dipuja-puja secara langsung di depan mata yang akhirnya membuat mereka terbuai dan terlena. Sebagai balasan mereka memberikan kemakmuran kepada manusia dan saat itu menjadi puncak jaman keemasan, dimana kesejahteraan ada di seluruh penjuru dunia.

Prometheus mempunyai andil yang banyak dalam membawa manusia menjadi yang terdepan dengan memberikan api yang dia curi dari ruang kerja Haephastius. Untuk itu, Zeus kemudian menghukumnya dengan mengirimkan seekor elang raksasa yang setiap hari datang untuk mematuk hati Prometheus yang terikat di pegunungan Caucasus. Prometheus yang juga dikaruniai penglihatan ke masa depan kemudian mengingatkan saudara kembarnya Epimetheus untuk tidak pernah menerima pemberian apapun dari Zeus. Karena typical Zeus yang selalu bermain dengan menggunakan tangan orang lain untuk menghindari tuduhan langsung dan penuh dengan akal bulus.

Lama kelamaan, para manusia mulai melupakan para dewa dan dewi utama yang bertakhta nun jauh di atas angkasa. Mereka lebih fokus kepada dewa-dewi lain yang bisa berinteraksi secara langsung dan terlihat jelas di depan mata. Hal ini kemudian membuat Zeus menjadi marah dan berniat untuk menghukum seluruh manusia yang tampaknya telah mulai lupa. Rencana ini didukung penuh oleh dewa-dewi yang lain yang mulai gerah karena kuil-kuil untuk mereka sudah kosong dan berdebu tanpa ada yang pernah datang untuk menyembah.

Atas perintah sang katua, Haephastius membuat patung seorang wanita cantik yang kemudian oleh Zeus diberi nyawa. Aphrodite memberinya kecantikan, sedang Athena memberinya kepandaian dan busana yang indah. Hermes memberinya suara yang indah serta kepintaran dalam menyusun kata-kata. Dewa-dewa yang lain juga turut serta memberikan hadiah sehingga dia menerima banyak karunia dan diberi nama Pandora.

Setelah kemenangan atas pertempuran dengan para penguasa terdahulu yang disebut dengan Titanomachy, Zeus menyimpan semua bentuk sifat dan hasrat dalam sebuah bejana yang terbuat dari tanah liat sepetak. Dari bentuk yang keji seperti serakah, dusta, benci, peperangan, kelaparan serta segala macam bentuk penyakit yang jumlahnya sangat banyak. Tetapi dia juga menyimpan sifat-sifat yang baik dan obat untuk menyembuhkan sehingga membuat netral kedua belah pihak. Dan dia memberikan bejana tertutup ini sebagai hadiah kepada Pandora saat dia diturunkan ke bumi sebagai istri bagi Epimetheus yang tidak kuasa untuk menolak.

Dan herannya Zeus memberikan pesan kepada Pandora supaya tidak membuka tutup bejana tersebut, apapun alasannya. Sehingga semakin jelas akan menimbulkan rasa keingin tahuan yang besar, dan sepertinya hal ini memang telah disengaja. Yang akhirnya membuat Pandora tidak bisa untuk mengendalikan rasa penasaran dan memberanikan diri untuk melihat dengan membuka tutup bejana. Seketika dari dalamnya keluar mengalir berbagai macam bentuk yang berwarna hitam dan berbau busuk tetapi juga ada diselingi aneka warna.

Saat Pandora yang terlambat untuk meletakkan kembali tutup bejana hanya tinggal ‘harapan’ yang tergantung di bagian pinggir. Tetapi Athena menyarankannya supaya untuk melepaskan semua supaya manusia nanti bisa berpikir. Kemudian ‘harapan’ dilepaskan juga sebagai bentuk benteng pertahanan terakhir. Dan berbagai sifat buruk lalu menghinggapi para manusia yang membuat kehidupan mereka menjadi kucar kacir.

Karena sifat manusia yang telah berubah, tamak dan kesombongan membuat mereka ingin menguasai satu dan yang lainnya. Kehidupan yang tadinya aman serta tentram menjadi kacau dan satu persatu para dewa-dewi pergi meninggalkan bumi dengan segala permasalahan yang ada. Mereka berdiam di Olympus dan hanya melihat saja kerusakan yang terjadi tanpa ada yang mau turun tangan untuk membantu dan berusaha. Malah kadang Ares, sang dewa perang ikut serta menjadi sebagai kompor yang memanasi situasi sehingga mereka saling bertikai dan angkat senjata.

Tersebutlah Astraea, seorang dewi keadilan yang perawan yang merasa kasihan karena dia tahu kalau ini bukan merupakan utuh kesalahan manusia. Intrik permainan dari para dewa-dewa yang sebenarnya sangat egois dan hanya memikirkan kepentingan diri semata. Astraea adalah anak dari Eos, sang dewi fajar dan Titan Astraeus yang merupakan dewa senja, serta bersaudara dengan 4 dewa angin yang menempati setiap penjuru dunia. Dia kemudian mengambil keputusan untuk tetap tinggal di bumi ketika semua dewa-dewi telah pergi sembari menutup mata dan telinga.

Setelah kehidupan manusia menjadi semakin kacau, sehingga Zeus mempunyai kesempatan untuk membalaskan dendam. Dengan alasan ingin memberikan pelajaran padahal semua masalah timbul karena permainan kotor yang melibatkan tangan sang raja khayangan. Walaupun Astraea sudah meminta untuk dipertimbangkan tetapi Zeus  tetap menurunkan hujan lebat dan air bah tinggi yang kemudian menyapu habis semua kehidupan. Tinggallah Astraea yang membantu untuk menyelamatkan segelintir orang, termasuk anak Epimetheus dan Pandora yaitu Phyrra dan suaminya Deucalion, yang nanti akan menjadi penerus keturunan.

Dewa-dewi mungkin berumur panjang tetapi mereka juga bisa mati dan terlupakan. Melihat pengorbanan Astraea demi melindungi yang tidak bersalah, Zeus akhirnya menyadari kekeliruan dan berjanji untuk tidak akan lagi mengulangi kejadian. Zeus kemudian mengangkat jasad Astraea ke angkasa dan menjadikannya gugusan bintang-bintang sebagai sebuah tanda peringatan. Virgo, sang perawan yang selalu berdekatan dengan Dike alias Libra, merupakan sang pembela kebenaran dan berdua mereka dikukuhkan menjadi lambang ketidak bersalahan serta keadilan.

Tabik.

B. Uster Kadrisson

Catatan : Virgo 23 Agustus – 22 September.
Prometheus, painting by Theodoor Rombouts (Antwerpen, 1597-1637 CE), Oldmasters Museum, Brussels.
Pandora, oil on canvas, 1896, John William Waterhouse, private collection.
Le Déluge, oil on canvas, 1911, Léon Comerre, Musée des beaux arts de Nantes.