Home > Lain-lain > Cancer..

Sungguh sangat malang nasib Hercules karena Hera sang ibu tiri benar-benar menampakkan taring ketidak sukaannya sejak dia masih belum lagi dilahirkan ke atas dunia. Hanya gara-gara Zeus yang tidak bisa menahan diri saat melihat kecantikan Alcmene yang merupakan istri dari Amphitryon, seorang raja yang terusir dari negerinya karena secara tidak sengaja membunuh sang mertua. Walaupun begitu Alcmene masih setia untuk mengikutinya mengungsi ke Thebes, karena Amphitryon telah menepati janji untuk menghabisi para musuh yang membunuh saudara-saudaranya. Sebenarnya mereka semua adalah keturunan Perseus dan Andromeda, seorang hero yang hidup bahagia hingga tua, tetapi anak cucu keturunannya saling cakar mencakar dalam perihal berebut takhta.

Pasangan Alcmene dan Amphitryon diterima dengan tangan terbuka oleh raja Creon, yang naik takhta setelah raja sebelumnya yaitu Oedipus pergi berkelana karena merasa penuh dengan gelimangan dosa. Oedipus telah membunuh ayahnya sendiri dan menikah dengan ibunya, Jocasta yang merupakan kakak raja Creon, tanpa pernah tahu tentang keturunan dan silsilah. Dia yang dibuang dan dibiarkan untuk mati saat masih bayi karena sebuah ramalan yang mengatakan kalau dia nanti akan menjadi sumber mala petaka dan masalah. Tetapi sang inang pengasuh yang tidak tega kemudian memberikannya kepada seseorang lain untuk diangkat menjadi anak, dan akhirnya ramalan benar-benar terjadi seperti rencana semula.

Suatu hari Amphitryon dan raja Creon pergi berburu bersama-sama dan meninggalkan Alcmene sendirian di istana. Zeus yang melihat sebuah kesempatan yang terbuka kemudian datang menyamar menjadi suaminya dan berasyik masyuk selama beberapa senja. Ketika Amphitryon kembali dari perjalanan, Alcmene merasa kaget karena suaminya mengatakan sangat rindu karena sudah lama tidak ada berjumpa. Dari seorang ahli nujum yang buta, Tiretias, akhirnya Alcmene menjadi tahu siapa gerangan yang telah datang untuk menidurinya.

Kehamilan berjalan dengan lancar tanpa ada gangguan hingga saat memasuki hari kelahiran dan kembali Zeus yang menjadi pokok dari masalah. Dengan pongah dia sesumbar dan mengumumkan kalau anaknya yang bakal lahir nanti akan menjadi yang terkuat dan sebagai jagoan yang akan melegenda. Terang saja kuping Hera bagaikan terbakar dan memerah seperti kepiting rebus mendengar kabar berita dan mencari tahu siapa gerangan yang telah menjadi ibunya. Dengan segala upaya, Hera sang ratu khayangan mencoba menahan kelahiran sampai Alcmene menjerit kesakitan dan hampir mati meregang nyawa.

Galanthis, seorang bidan yang membantu persalinan melihat tanda-tanda kalau ini bukan kelahiran yang biasa karena sang bayi seperti dihalang-halangi untuk keluar dari rahim sang bunda. Bersama dengan dayang-dayang yang lain mereka membuat keributan dan berpesta seolah-olah sang bayi telah lahir dengan selamat tanpa ada cacat dan cela. Seruan mereka terdengar oleh Hera yang sesaat tertegun dan menjadi heran, tetapi waktu sesaat itulah yang digunakan oleh sang paraji untuk menarik si bayi ke dunia. Belakangan ketika Hera tahu tentang akal bulus sang bidan, dia mengutuknya menjadi musang tetapi sang bidan tetap tinggal menemani sang majikan dengan setia.

Setelah itu sepanjang hidupnya, Hercules selalu dihujani dengan banyak masalah dan bahkan berbagai macam percobaan pembunuhan yang dimotori oleh Hera. Apalagi karena Hera merasa diledek dengan menamakan si bayi sebagai Hercules atau Heracles yang bermakna jagoannya Hera, laksana seperti tangan yang terus menerus menampar wajah tanpa berkesudah. Hera sampai tega mengirimkan sepasang ular berbisa saat dia masih bayi, atau ketika Hercules telah dewasa dan berkeluarga, suatu hari Hera membuatnya menjadi tidak sadarkan diri dan gelap mata hingga membunuh istri dan kedua anaknya. Yang herannya, malah Hercules yang kemudian dihukum dengan melakukan dua belas tugas yang diberikan oleh Eurystheus, raja Tyrins yang culas yang merupakan masih sepupunya sendiri dan kesayangan sang ratu nirwana.

Dalam tugas keduanya, Hercules harus membunuh Hydra Lernaean yaitu ular raksasa berkepala sembilan yang sering mengacau kehidupan penduduk desa. Monster ini merupakan salah  satu anggota keluarga besar dari Typhon dan Echidna, bersaudara dengan monster-monster lainnya seperti Singa Nemean, Cerberus, Sphinx dan Chimera. Setiap kali kepalanya ditebas, dari bekas potongan tumbuh lagi dua kepala yang semakin lama semakin banyak dan membuat susah. Hercules yang saat itu dibantu oleh Iolaus, keponakannya, kemudian mencari akal bagaimana caranya supaya kepala sang hydra tidak lagi semakin bertambah.

Dengan menggunakan tehnik kauteterisasi, Iolaus kemudian membakar potongan leher yang telah ditebas oleh Hercules. Sehingga bekas tebasan menjadi hangus dan darah seketika membeku serta tidak lagi menetes. Ketika satu persatu kepala sang ular raksasa semakin berkurang dan tinggal hanya satu yang merupakan pusat inteligensia dan origenes. Hera yang selalu mengawasi perjalanan Hercules dari jauh semakin ketar ketir dan menjadi cemas kalau tugas kali ini bisa diselesaikan dengan beres.

Dengan berbaik-baik hati, Hera meminjam salah satu peliharaan Artemis, dewi bulan yang memang dikenal sebagai seorang penyayang binatang. Dengan berbagai alasan Hera berhasil memboyong Cancer, sang kepiting raksasa dan membawanya pergi jauh dari sarang. Artemis yang tidak mengetahui niat buruk dari Hera, belakangan menyesali keputusannya yang menyebabkan nasib malang dari sang makhluk yang bercangkang. Dia hanya sebagai budak pion dan menjadi korban demi ambisi dari sebuah aksi balas dendam untuk anak tiri yang tidak disayang.

Cancer, sang kepiting raksasa bertugas untuk mengganggu pekerjaan Hercules dengan menjepit kakinya supaya tidak bisa lagi bergerak. Hercules yang memiliki otot kawat berbalung besi serta merta tidak mau menyerah begitu saja dengan merasa terjebak. Sembari melompat ke sana ke mari untuk menghindari sabetan dari sisa kepala Hydra, Hercules berhasil membunuh si kepiting raksasa dengan cara menginjak-injak. Dengan ayunan terakhir dari pedang pemberian Athena, Hercules berhasil menebas kepala Hydra yang tersisa serta membakar potongannya sehingga mati terbujur dan tidak lagi bergerak.

Melihat keberhasilan Hercules, Hera yang telah berupaya sedemikian rupa untuk menghalanginya menjadi semakin gondok yang tidak kepalang tanggung. Atas permintaan Artemis, jasad Cancer bersama dengan Hydra dilontarkannya ke angkasa dan menjadi konstelasi bintang-bintang untuk pengingat usaha yang tidak beruntung. Orang-orang yang terlahir di bawah naungan Cancer biasanya dipengaruhi oleh siklus bulan, merupakan type pendiam yang cenderung menyimpan segala persoalan dan mudah menjadi pemurung. Lebih memilih untuk mengalah dan bersembunyi di balik cangkang untuk berlindung, tetapi ketika mereka dikhianati, capitnya akan terbuka dan balasannya tidak akan tanggung-tanggung.

Tabik.

B. Uster Kadrisson

Catatan :
Le meurtre de Laïus par Oedipe, The Murder of Laius by Oedipus, 1867, Joseph Blanc, Paris, Ecole Nationale Supérieure des Beaux-Arts, Paris.
The infant Hercules strangling serpents in his cradle, oil on canvas, 1743, Pompeo Batoni, Palazzo Pitti, Florence, Italy.
Hercules, Hydra and Cancer, terracotta, Etruscan, Caere, 525 BC.