Home > Lain-lain > Gemini..

Tyndareus adalah seorang pangeran dari kerajaan Sparta, yang merupakan keturunan dari Perseus, the hero yang memenggal kepala Medusa. Dia menikah dengan Leda, seorang putri dari kerajaan Aetolian yaitu sebuah daerah pegunungan di sebelah Yunani bagian utara. Tyndareus mempunyai kehidupan yang bahagia dengan sang permaisuri yang dikaruniai tiga putri-putri yang cantik jelita. Dan kemudian datang si pebinor, Zeus sang hidung belang yang suka mencuri istri orang, dan membuat suasana menjadi kacau sehingga hubungan menjadi tidak lagi mesra.

Suatu hari Tyndareus pergi berburu dan meninggalkan Leda beserta anak-anaknya yang asyik bermain di tepi sebuah telaga. Zeus yang memang sudah sejak lama mengincar sang permaisuri tercantik di Sparta, lalu menyamar menjadi seekor angsa. Dia berputar-putar di sekitar telaga untuk menarik perhatian Leda yang sangat kagum akan keindahan bulu yang berwarna putih dan tampak bercahaya. Angsa besar yang terlihat sangat jinak itu kemudian membiarkan Leda merangkul lehernya dan naik ke atas punggung untuk diajak berkeliling-keliling menikmati senja.

Mereka menghilang di antara rerimbunan tetumbuhan tinggi dan bunga-bunga yang memenuhi permukaan air yang tenang. Di tengah-tengah terdapat sebuah pulau kecil yang jauh dari intaian serta penglihatan mata orang. Di sana Zeus memperlihatkan dirinya dan Leda tidak kuasa untuk menolak, yang terdengar hanyalah suara desahan dan erangan. Ketika telah selesai mengumbar nafsu, Zeus mengantarkannya kembali ke tepian telaga dan kemudian pergi terbang.

Sehari sebelum pergi berburu, Tyndareus juga sempat menggauli Leda sehingga di dalam rahimnya ada bercampur dua macam benih. Sembilan bulan kemudian, Leda tidak bisa menutupi dusta karena terlahir dua butir telur yang berwarna putih jernih. Awalnya Tyndareus sangat murka, tetapi apa yang mau dikata kalau ternyata Zeus, sang maha dewa yang menjadi penyebab mereka berselisih. Yang ada hanya tinggal menunggu waktu saja, dan untuk menetaskan kedua buah telur harus diletakkan di tempat yang hangat, di antara tumpukan jerami-jerami.

Saat telur merekah, dari masing-masing cangkang keluar sepasang bayi perempuan yang sangat cantik dan bayi laki-laki yang terlihat tampan mempesona. Yang laki-laki diberi nama Castor dan Pollux serta yang perempuan ditasbihkan dengan nama Helen dan Clytemnestra. Karena berasal dari benih yang berbeda, sehingga Pollux dan Helen yang merupakan keturunan Zeus menjadi immortal atau paling tidak mereka akan berumur panjang melebihi manusia biasa. Ya.. nanti Helen ini, yang merupakan wanita paling cantik se dunia yang akan menjadi pemicu untuk terjadinya perang Troya.

Castor dan Pollux tumbuh menjadi sepasang pemuda yang berwajah tampan dan bertubuh sempurna, karena mereka merupakan kembar fraternal sehingga tidak terlalu mirip dan serupa. Mereka tumbuh menjadi anak-anak pada umumnya yang kadang nakal dan bengal serta tidak terpisahkan, dimana keduanya saling menjaga. Castor menjadi penjinak kuda sedang Pollux lebih senang berlatih tinju dan keduanya merupakan prajurit yang sangat tangguh di medan laga. Mereka berdua gemar berpetualang dan turut serta bersama dengan rombongan Jason yang menumpang kapal Argo untuk pergi mengambil kulit domba berbulu emas sebagai persyaratan agar Jason bisa menjadi raja.

Ketika Helen diculik oleh pangeran Paris dan dibawa ke kerajaan Troy, Menelaus yang merupakan suami resminya mengumpulkan para jagoan untuk pergi merebutnya kembali. Nama-nama terkenal seperti Achilles dan Ajax juga turut serta dan tidak ketinggalan saudara kembarnya yang kerap disebut Dioscuri. Ketika para tentara telah mendarat, Helen kerap berdiri di atas menara jaga tembok kerajaan Troy untuk mencari-cari apakah ada di antara mereka saudaranya yang terkasih. Pertempuran yang terjadi selama sepuluh tahun ini akan menjadi sebuah legenda yang banyak memakan korban, dan para jagoan dari kedua belah pihak akan mengukir nama mereka sebagai yang terpilih.

Demikian juga dengan Castor yang bernasib malang dan harus terbunuh dalam sebuah pertempuran. Terdengar tangisan Pollux yang menyayat hati demi meminta kepada Zeus untuk mencabut haknya untuk hidup di keabadian. Lebih baik diberikan kepada Castor dan supaya nanti mereka bisa mati bersama di medan juang. Zeus akhirnya mengabulkan dan ketika mereka gugur bersama dia mengangkat mereka ke angkasa untuk hidup abadi di antara bintang-bintang.

Tetapi ada satu persyaratan karena Hades yang merasa keberatan dan untuk itu mereka harus berbagi waktu yang setengah siklus harus dijalankan di dunia bawah. Sehingga konstelasi Gemini atau si kembar, yang merupakan perwujudan dari pasangan Castor dan Pollux hanya bisa terlihat selama 6 bulan saja. Sementara itu Helen masih menunggu di atas menara, untuk sekedar bisa melihat wajah kedua saudaranya tanpa mengetahui kalau mereka sudah tiada. Ah.. seandainya saja ada yang memberitahukannya kalau dia bisa melihat mereka berdua cuma dengan menengadahkan kepala ke angkasa.

Tabik.

B. Uster Kadrisson

Catatan :
Castor and Pollux, oil on canvas, 1783, Giovanni Battista Cipriani, National Trust, Castle Coole.
Leda e o Cisne (Leda and the Swan), oil on canvas, 1760, Jean-Baptiste Marie Pierre, Museu Nacional de Belas Artes, Rio de Janeiro, Brazil.