Home > Lain-lain > Taurus..

Rasi Taurus adalah gugusan bintang-bintang yang terdiri dari beberapa kluster dan merupakan yang terbesar. Mythology yang menyangkut zodiac berbentuk lembu jantan ini berupa kumpulan dari beberapa legenda yang terpisah dan terpencar-pencar. Walaupun begitu, secara tidak langsung Zeus dan Atlas adalah dua tokoh yang menjadi bagian dari cerita latar. Zeus karena selangkangannya yang gatal sedangkan Atlas disebabkan rasa kasihan melihat putri-putrinya yang bernasib malang dan terlantar.

Saat terjadinya Titanomachy yaitu perang besar antara Titan melawan Olympian, Atlas lebih memihak kepada team Kronos. Ketika Olympian yang dipimpin oleh Zeus akhirnya memenangkan pertarungan, Atlas kemudian dihukum untuk menjadi penyanggah batas bumi dan langit supaya tidak terjadi chaos. Sejak itu beban besar berada dipundaknya tanpa pernah ada waktu untuk beristirahat dan karena dia seorang Titan sehingga tulangnya sangat kuat serta tidak menjadi kropos. Nanti Hercules membebaskannya dengan membangun dua pilar besar di pintu masuk laut Mediterania sebagai rasa terima kasih karena Atlas telah memberikan informasi yang makjos.

Atlas mungkin seorang Titan yang sangat produktif dalam menghasilkan jumlah keturunan, dia mungkin hanya mempunyai beberapa pasangan saja tetapi dari masing-masing mereka terlahir paling tidak ada serombongan. Dengan dewi Hesperis dia mempunyai 3 orang anak yang ditugaskan menjaga pohon apel emas milik Hera yang buahnya pernah dicuri oleh dewi Eris yang akhirnya menjadi penyebab perang Troya yang menimbulkan banyak korban. Hercules nanti juga akan diberi tugas untuk mengambil apel-apel emas ini dalam kisah legenda tentang 12 tugas yang harus dia kerjakan. Hera sendiri sebenarnya tidak terlalu percaya kepada ketiga gadis anak Atlas yang menjadi penjaga karena mereka sering mengutilin dan memakan, sehingga diutus seekor naga berkepala banyak yang matanya tidak pernah terpejam sebagai penjaga tambahan.

Dengan Aethra, Atlas mempunyai 7 orang putri dan satu-satunya anak laki-laki yang elok rupa bernama Hyas. Mereka adalah peri-peri hujan yang dikenal dengan nama Hyades, karena selalu bergantian bergiliran menjaga si adik bungsu yang bagaikan anak emas. Sayang, Hyas mati terbunuh saat berburu, dia tertusuk oleh taring babi hutan yang sangat buas dan ganas. Kakak-kakaknya yang sangat sedih kehilangan adik kesayangan, menangis tidak berhenti-hentinya selama siang dan malam, airmata mereka tertumpah dengan deras.

Sedang dari rahim Pleione, seorang dewi laut, Atlas mempunyai 7 orang putri-putri yang cantik jelita dan menjadi kekasih bagi para dewa-dewa. Zeus sendiri mengambil tiga orang, termasuk Maia yang merupakan ibunya Hermes, sedangkan Poseidon cukup puas dengan memacari dua. Ares kebagian Asterope yang nanti keturunannya merupakan dua bersaudara Agamemnon dan Menelaus yang istrinya Helen menjadi penentu terjadinya perang Troya. Sedang yang bungsu, Merope menikah dengan seorang psychopath yaitu Sisyphus yang sampai sekarang dihukum dengan mendorong batu bulat ke atas bukit dan sesaat sebelum mencapai puncak kembali menggelinding turun ke bawah.

Dalam sebuah perjalanan pulang sehabis mengunjungi Atlas yang berada di pegunungan daerah Afrika barat laut,* Pleione dan putri-putrinya melintasi daerah Boeotia, Yunani tengah. Kebetulan mereka bertemu dengan Orion, seorang pemburu handal yang sangat tampan yang pada saat itu masih sangat muda dan sedang nakal-nakalnya. Melihat ada serombongan putri-putri cantik, seketika darah mudanya bergejolak dan nafsu Orion menjadi bergelora. Dia yang memiliki garis keturunan dari tiga dewa** mempunyai kemampuan untuk mengejar dan membuntuti mereka ke seluruh penjuru walaupun telah bersembunyi di hutan dan rimba.

Sementara itu, Zeus berkutat dengan dua wanita mortal yang cantik karena urusan selangkangan yang tidak bisa dia kendalikan. Yang pertama yang menjadi korban adalah Io, seorang putri anak dari raja Inachus yang merupakan penjaga kuil milik Hera di Argos, Yunani bagian selatan. Zeus yang memang mata keranjang, tidak kuasa menahan godaan dan menggauli Io sampai mereka mempunyai anak sepasang. Hera yang hidungnya selalu bisa mencium perselingkuhan mencoba mencari tahu siapa yang menjadi kekasih sang suami yang memang terkenal sebagai si hidung belang.

Suatu hari ketika Zeus sedang asyik masyuk dengan Io di kuil persembahan, seorang minionnya memberi tahu kalau nyonya besar sebentar lagi akan datang. Zeus yang memang termasuk kelompok suami-suami takut istri menjadi kalang kabut, dan merubah Io menjadi sapi berbulu putih tanpa ada cacat yang terbilang. Hera sedikit heran melihat kehadiran Zeus yang dengan berbagai alasan berkata kalau dia sedang bertandang untuk mencari istri tersayang. Tetapi ketika melihat ada sapi putih yang menawan, Hera mencium gelagat ketidak beresan dan meminta sang sapi untuk dijadikan sebagai korban persembahan.

Zeus gelagapan dan akhirnya terpaksa memberikan sang sapi kepada Hera yang kemudian menempatkan Argus Panoptes, raksasa bermata seratus untuk menjaganya siang dan malam. Karena tidak bisa lagi mengunjungi Io, Zeus lalu menugaskan Hermes untuk menyingkirkan Argus, yang kemudian datang memainkan flutenya sampai semua mata Argus terpejam. Hermes kemudian membunuh Argus dan melepaskan Io yang ternyata sudah tidak bisa lagi dikembalikan menjadi manusia karena Hera sudah menangkalnya dengan menggunakan ajian dan ramuan. Saat menemukan Argus yang mati terlentang, Hera mengambil semua matanya dan menaruhnya di ujung bulu-bulu seekor burung merak jantan dan mengirimkan ribuan gadfly yaitu lalat bersengat untuk mengejar Io yang kemudian harus melarikan diri menyeberangi selat dan lautan.***

Kisah yang lain lagi menyangkut selangkangan Zeus adalah tentang Europa, seorang putri Phoenician yang sebenarnya masih keturunan jauh dari Io. Jadi Europa adalah cicit-cucutnya sendiri tetapi Zeus mana pernah perduli selama nafsunya terpenuhi demi untuk menyalurkan libido. Dia kemudian menyamar menjadi seekor sapi jantan yang sangat elok rupa yang tersembunyi di antara ternak-ternak milik keluarga Europa yang sedang merumput di perbukitan tepi laut di daerah Tyre, Lebanon kuno. Europa yang sedang bermain dengan dayang-dayangnya melihat sang sapi jantan yang menawan dan mereka menghiasi tanduknya dengan rangkaian bunga-bunga aneka rupa sehingga menyerupai halo.****

Zeus dalam penyamarannya merunduk dan bersimpuh di tanah serta membiarkan Europa membelai lembut sekujur tubuh. Melihat sang sapi yang sangat jinak dan patuh, Europa mencoba menaiki dan duduk di atas punggung yang kuat dan kukuh. Perlahan Zeus berjalan menuju pantai dan Europa yang masih belum menyadari akan situasi tertawa-tawa diiringi oleh dayang-dayang yang bernyanyi dengan riuh. Ketika kaki Zeus dalam wujud sapi sudah mencapai air laut, diiringi teriakan horror dari dayang dan pengawal kerajaan, dia berenang dan membawa Europa pergi menjauh.

Europa sangat ketakutan, dia berpegang erat pada kedua tanduk yang kokoh berdiri menjulang tetapi terasa lembut dalam genggaman. Zeus kemudian menenangkan sang putri dengan mengatakan siapa dirinya dan menyuruhnya untuk duduk santai selama dalam pelayaran. Dia membawa Europa ke pulau Creta yang ada di Yunani sebelah selatan, dan kali ini semua rencananya berjalan lancar tanpa ada gangguan.***** Dari perselingkuhan ini terlahir Minos yang nanti menjadi raja Creta dan mempunyai anak tiri seorang Minotaur yaitu makhluk setengah manusia berkepala sapi jantan.

Dalam sebuah kesempatan, Io yang masih dalam wujud sapi betina yang sedang melarikan diri dari kejaran ribuan gadfly berpapasan dengan rombongan Pleiades yang juga sedang menghindar dari kejaran Orion, sang pemburu hebat yang sedang ngacengan. Mereka tiba di tepi sungai yang sedang meluap karena derai air mata putri-putri Hyades yang tidak kunjung berhenti menangisi Hyas, adik tersayang yang mati di ujung taring babi hutan. Dalam kelelahannya, Io bermohon kepada Zeus supaya dicabut saja nyawanya supaya hilang semua penderitaan yang sudah tidak lagi tertahankan. Dan pada saat yang sama, Atlas juga bermohon kepada Zeus supaya anak-anaknya diselamatkan serta dihilangkan semua kesedihan.

Zeus kemudian mengangkat mereka semua ke langit angkasa dan meletakkan mereka berkelompok-kelompok supaya tidak saling kehilangan. Karena tidak bisa bersatu di bumi, Zeus membuat Io dan dirinya bertumpang tindih menjadi gugusan berbentuk sapi jantan yang hanya terlihat muncul setengah badan. Karena sebagian waktu dihabiskan oleh Io yang terbenam di laut demi menghindari daratan dan juga sebagai pengingat kisah Zeus dengan Europa saat mereka menyeberangi lautan. Sedang Pleiades ditempatkan di bagian punggung untuk mengingatkan tentang lalat-lalat gadfly yang mengganggu Io sepanjang jaman.

Sementara itu putri-putri Hyades ditempatkan di bagian wajah dengan Hyas menjadi bintang yang paling terang yang terletak pada mata kanan. Bintang yang terlihat seperti mengikuti kakak-kakaknya ini disebut oleh orang Arab dengan nama yang sangat indah yaitu Aldebaran. Nanti setelah Hercules membebaskan Atlas dari tugas memikul beban, Zeus juga menempatkannya beserta Pleione di gugusan Taurus, berada di daerah leher yang dekat dengan semua kesayangan. Mereka seluruhnya berada di hamparan langit sebelah utara yang muncul secara bergantian, Pleiades menandakan musim bercocok tanam sedang Hyades pada musim penghujan.

Tabik.

B. Uster Kadrisson

Catatan : Taurus 19 April – 20 May
*pegunungan Atlas berada di Marocco.
**Zeus, Poseidon dan Hermes, baca kisah Orion di legenda Scorpio.
***selat tempat Io menyeberang kini disebut selat Bosphorus yang berarti tempat sapi menyeberang yang terletak di Istanbul, Turki. Sedang laut yang diarungi Io kini disebut Ionian Sea, yang terletak di antara Italia dan Yunani.
****halo = lingkaran sinar di atas kepala, biasanya untuk menggambarkan orang-orang suci.
*****nama benua Europa diambil dari nama pacar Zeus ini.

Garden Hesperides, oil on canvas, 1869, Edward Burne-Jones, Kunsthalle, Hamburg.
Juno Discovering Jupiter with Io, oil on canvas,1618, Pieter Lastman, National Gallery, London.
Mercury and Argus, oil on panel,1638, Peter Paul Ruben, the Gemäldegalerie Alte Meister, Dresden, Germany.
The Abduction of Europa, oil on canvas, 1716, Jean François de Troy, National Gallery of Art, Washington DC.