Home > Lain-lain > Aries..

Kalau sudah ada maunya dan sedang lagi datang birahi, Poseidon akan melakukan apa saja demi bisa memuaskan sang nafsu. Adalah Theopane, seorang putri yang sangat cantik yang masih merupakan keturunan Titan Helios, dewa matahari yang terdahulu. Mungkin karena memiliki gen turunan dari sang kakek yang membuat dia terlihat berpendar ceria dan tampak memancarkan cahaya selalu. Banyak sudah jejaka yang datang untuk mengutarakan lamaran, tetapi Theopane masih ragu-ragu untuk menentukan pilihan dan meminta sedikit lagi waktu.

Poseidon dengan menyamarkan diri juga sudah mencoba beberapa cara tetapi sepertinya Theophane tidak mempan untuk dirayu. Dalam sebuah kontes besar, Poseidon yang sudah kehilangan ide akhirnya menyambar Theopane dan membawanya pergi dengan ratusan orang di belakang mereka yang mengejar dan memburu. Poseidon dalam wujud domba bersayap emas kemudian melarikan Theopane ke pulau Crinissa di sebuah lembah dengan hamparan padang rumput yang sedikit berbatu-batu. Di sana banyak kawanan domba yang sedang merumput, dan Poseidon merubah mereka berdua menjadi pasangan domba supaya bebas berasyik masyuk tanpa perlu merasa terganggu.

Seperti biasa, Theopane kemudian ditinggalkan sesuai dengan kelakuan para dewa-dewa yang cenderung colong mlayu yaitu pergi begitu saja setelah meneguk madu. Theopane melahirkan seorang anak laki-laki yang tampan yang diberi nama Chrysomallos, dengan rambut ikal keemasan lembut bagaikan beludru. Dia dibesarkan di antara kawanan domba dan lama kelamaan kemudian menjelma menjadi bagian dari kelompok binatang berbulu. Chrysomallos berubah menjadi seekor domba yang sangat menawan dengan dua tanduk melengkung indah serta bulu keemasan yang dilengkapi dengan sepasang sayap yang membuat dia bisa terbang bermain bebas di angkasa biru.

Alkisah, Nephele yang merupakan peri awan ciptaan Zeus untuk mengelabui  Ixion*, kemudian diambil istri oleh raja Athamas dari kerajaan Orchomenus di daerah Boeotia, yang berada di tengah Yunani. Mereka mempunyai sepasang anak, yang perempuan cantik bernama Helle sedang si ikal Phrixus berkelamin laki-laki. Mereka mempunyai kehidupan yang harmonis hingga pada suatu saat ketika Athamas memutuskan untuk melakukan poligami demi memenuhi tuntutan birahi. Nephele yang tidak sudi untuk dimadu akhirnya dengan perasaan gundah dan marah memutuskan untuk pergi dan kebetulan dia mencari perlindungan di pulau Crinissa di mana Theopane dan Chrysomallos hidup menyendiri.

Athamas akhirnya jadi juga mengawini si pelakor Ino, anak dari raja Cadmus dari kerajaan Thebes, yang masih merupakan tetangga sebelah. Karena Nephele merupakan peri awan, sehingga suplai air hujan di kerajaan Boeotia selalu teratur dan memberikan tanah yang subur dengan hasil panen yang melimpah. Semenjak dia pergi dengan membawa rasa sakit hati, bencana kekeringan akhirnya datang melanda seluruh negeri dan menimbulkan musibah. Tidak setitikpun hujan yang turun yang kemudian membuat panen gagal dan tidak ada tanaman yang tumbuh akibat tanah yang kering merekah.

Ino, yang memang sangat kejam malah mengusulkan kepada Athamas supaya kedua anak tirinya dikorbankan sebagai persembahan kepada dewa-dewa. Dengan alasan kalau kemarahan dewa yang tidak menurunkan hujan bisa dibujuk dengan mempersembahkan sepasang nyawa. Padahal sebenarnya dia bermaksud untuk menyingkirkan mereka supaya nanti anaknya sendiri yang akan naik takhta menjadi raja. Athamas yang sepertinya sudah terkena guna-guna kemudian mengikuti saja apa yang menjadi kemauan sang istri muda.

Menjelang hari pengorbanan, Phrixus dan Helle disekap di sebuah menara dengan penjagaan yang sangat ketat yang tidak memungkinkan mereka untuk melarikan diri. Mereka berdoa kepada ibunya untuk supaya terjadi sebuah mukjizat yang membuat supaya mereka terhindar dari bencana mati. Nephele yang mendengar kabar dari bisikan angin meminta bantuan kepada Chrysomallos agar supaya bisa membantu untuk menyelamatkan kedua buah hati. Berangkatlah sang domba terbang berbulu emas untuk pergi menjalankan sebuah misi kemanusiaan yang suci.

Chrysomallos akhirnya tiba pada detik-detik terakhir sebelum pintu penjara di menara dibuka oleh para tentara kerajaan yang bermaksud untuk menyeret kedua anak malang tersebut ke depan altar. Phrixus dan Helle melompat dari jendela dan menunggangi punggung Chrysomallos setelah mengatakan kalau dia merupakan utusan dari ibunda yang sangat risau dan gusar. Dengan diiringi hujan anak panah serta tombak, Chrysomallos segera terbang meninggalkan para tentara yang tidak bisa untuk mengejar. Sayang, ada sebuah anak panah yang mengenai sasaran, tetapi Chrysomallos tetap terbang tanpa menghiraukan rasa sakit yang kian menyebar.

Mereka terbang sejauh mungkin dengan tujuan Colchis, yang terletak di tepi timur Black Sea, di mana raja Aeëtes bertakhta. Raja Athamas yang sudah sadar diri meminta kepada Aeolus, dewa angin yang merupakan ayahnya supaya mau membantu agar anaknya bisa kembali pulang ke rumah. Hembusan angin kencang yang bermaksud untuk menerbangkan Chrysomallos kembali ke Boeotia malah membuat Helle terjatuh karena pegangan yang kian melemah sebab terlalu lelah. Lokasi tempat di mana Helle terjatuh sekarang dikenal dengan Hellespont, yang terdapat di negara Turki, yang dari Istanbul terletak di sebelah barat daya.

Akhirnya Chrysomallos dan Phrixus sampai juga di tanah tujuan, setelah menempuh perjalanan yang sangat panjang dengan menerjang badai dan topan. Di ujung nafas terakhir, Chrysomallos meminta Phrixus untuk mengorbankannya sebagai persembahan kepada Poseidon, ayahnya yang merupakan sang raja lautan. Kulit berbulu emas yang sudah disamak, kemudian diberikan kepada raja Aeëtes yang menggantungkannya di sebuah pohon keramat milik Ares, yang dijaga oleh seekor naga yang matanya tidak pernah terpejam. Selama the golden fleece ini tergantung bebas, dia memberikan aura positif yang menyuburkan tanah di seluruh kerajaan dan memberikan kemakmuran.

Perbuatan Chrysomallos akhirnya menggugah Poseidon sehingga menempatkannya di ruang angkasa sebagai tanda bukti pengorbanan yang tanpa pamrih. Gugusan bintang yang menyerupai domba ini kemudian menjadi perlambang zodiac Aries, yang merupakan urutan pertama dari siklus tahunan sebagai pertanda musim semi. Cerita tentang bulu domba emas milik Chrysomallos masih akan panjang lagi, ketika nanti datang tokoh Jason beserta teman-temannya yang disebut dengan argonaut yang bermaksud juga ingin memiliki. Dibantu oleh Medea, putri raja Aeëtes yang telah jatuh hati membuat Jason akhirnya bisa mendapatkannya, tetapi nanti kutukan akan terus mengikuti.

Tabik.

B. Uster Kadrisson

Catatan :
*) baca cerita Sagittarius..

Aries courtesy Ciro Marchetti.