Home > Lain-lain > Pisces..

Berita tentang Typhon yang memporak porandakan istana Olympus telah menyebar kemana-mana dan seluruh dewa dan dewi berusaha untuk menyelamat diri masing-masing. Walaupun beberapa dari mereka yang tangguh telah berusaha untuk berdiri paling depan melawan serangan, tetapi Typhon terlalu perkasa untuk menjadi lawan tanding. Ares dewa perang yang biasanya selalu sesumbar dan memandang enteng musuh terpaksa harus kabur melarikan diri dengan terkencing-kencing. Demikian juga si coverboy Apollo yang biasanya rancak di labuah* dan petantang petenteng serta juga Hermes, sang dewa pengantar pesan, apakah Typhon harus diikat bagaikan parcel lebaran, ah.. rasanya sudah tak mungkin.

Dewi-dewi yang lain mungkin perkasa jika berhadapan dengan musuh-musuh yang kecil tetapi mereka sudah minder menghadapi ganasnya sang raksasa. Apalah daya seorang Demeter, apakah Typhon bisa digeruduk dan ditimbun dengan tanah kebun, sedangkan dia terlahir dari mother earth, Gaia. Hera dan Artemis juga sama saja, mereka sudah lama terkapar cuma dengan satu jentikan dari jari tengah. Hanya Athena dan Zeus yang masih melawan untuk bertarung mati-matian dan sepertinya mereka berdua juga sudah kehabisan tenaga.

Masing-masing dewa dan dewi telah pergi menyelamatkan diri menyeberangi lautan nan luas untuk pergi ke selatan. Rata-rata bisa bermetamorphosis menjadi binatang lain yang bisa membawa mereka pergi secepat cahaya kilat atau petir menjelang hujan. Apollo menjadi elang, sedang Artemis menjadi kucing, Hermes menjadi burung belibis dan herannya Ares malah menjadi ikan. Tinggallah Aphrodite dan anaknya Eros yang tidak mempunyai kemampuan untuk merubah diri, berdiri termangu di tepi pantai menatap nanar saat satu persatu para dewa dan dewi pergi terbang melayang.

Sebegundal-begundalnya Ares, rasanya dia masih mempunyai rasa kasihan karena toh Aphrodite masih terhitung sebagai sang kekasih dan Eros si Cupid yang lucu adalah anaknya sendiri. Seharusnya mereka bisa kekal sebagai Romeo dan Juliet tetapi gara-gara Hera yang malah mengawinkan dewi kecantikan dengan anaknya yaitu dewa pincang Hephaestus, yang lebih sering menghabiskan waktu di bengkel bermain dengan api. Saat itu Hera terkurung oleh singgasana emas yang sengaja diciptakan oleh Hephaestus sebagai balas dendam terhadap perlakuan yang melemparkannya dari istana saat masih bayi. Walaupun Zeus sudah meminta dengan sangat dan dia baru mau melepaskan Hera dengan satu persyaratan yaitu Aphrodite harus menjadi istri.

Ares yang saat itu telah menjelma menjadi ikan, meminta kepada Poseidon untuk bisa membantu Aphrodite dan Eros untuk pergi menyeberang. Dua ichthyocentaur yaitu ikan duyung berwujud pria berkaki depan kuda bernama Aphros dan Bythos datang memenuhi panggilan sehingga keduanya bisa naik ke punggung dan pergi menghilang. Mereka berdua juga adalah merman yang dahulu menemukan telur hasil perpaduan antara benih Uranus yang tercecer di laut saat dia dibantai oleh Kronos dengan pedang melengkung yang panjang. Telur mereka bawa ke pantai di Phapos, Cyprus dan menjaganya hingga menetas sampai keluar dewi Aphrodite dari dalam cangkang.

Supaya tidak terpisah di lautan luas, Poseidon kemudian mengikatkan seutas tali rajutan benang emas di antara kedua sirip belakang. Perjalanan yang sangat panjang dan melelahkan, karena harus menerpa badai topan yang menghadang serta ombak yang tinggi menjulang. Mereka kemudian mendarat di Alexandria daratan Mesir, Aphrodite dipuja sebagai dewi dengan nama Hathor yaitu dewi kecantikan dan kesuburan. Cerita berlanjut dengan pertarungan yang sengit antara Typhon dengan Zeus yang dibantu oleh Athena dan Pan yang akhirnya nanti bisa dikalahkan.

Setelah masa pengungsian berakhir, semua dewa dan dewi kembali ke istana Olympus dan mengadakan jamuan berpesta pora atas kemenangan. Atas jasa kedua merman yang mengangkut Aphrodite dan Eros, Zeus kemudian memberikan kepada mereka sebuah penghargaan. Athena mengangkat mereka berdua ke angkasa dan tetap hidup abadi di antara bintang-bintang yang bersinar gemerlapan. Sebagai perlambang dari zodiac Pisces yang artinya adalah ikan, mereka berenang dengan seutas pita emas yang mengikat keduanya dan tampak berkilauan.

Pisces adalah lambang zodiac yang paling tua yang pernah ditemukan yaitu berasal dari sekitar 2300 SM dan orang yang paling terkenal di dunia yang berbintang Pisces adalah tuan guru Isa. Walaupun secara resmi hari kelahirannya dirayakan di penghujung tahun tetapi menurut perhitungan almanak beliau dilahirkan saat musim semi tiba. Sehingga tidak heran kalau banyak sekali idiom yang ada di sekeliling beliau bersimbol dengan ikan, dari mulai para muridnya yang kebanyakan adalah nelayan, juga mukjizat yang memberi makan ribuan pengikutnya. Beliau sendiri adalah Fisher of Men dan disimbolkan dengan garis lengkung sederhana berbentuk ikan yang berasal dari kata Ichtus** yang digunakan sebagai tanda pengenal dari awal penyebaran ajaran Kristiani hingga nanti di akhir dunia.

Tabik.

B. Uster Kadrisson

Catatan :
* rancak di labuah : (Minang) banyak gaya.
** ICHTUS : (Yunani) Iesus CHristos Theou Uios Soter, ‘Jesus Christ Son Of God the Saviour’

Detail painting, Fruits of Earth Offered to Saturn, Cristofano Gherardi.

Eros (Cupid) and Aphrodite (Venus) – Edouard Toudouze – 1872

La Naissance de Vénus, The Birth of Venus, oil on canvas, 1879, William-Adolphe Bouguereau, Musèe d’Orsay.