Home > Lain-lain > Aquarius..

Ganymede adalah seorang pria remaja yang sangat sangat tampan, yang hidup di daerah Dardania pada suatu ketika. Ada yang mengatakan kalau dia merupakan anak dari raja Tros yang nanti akan menjadi cikal bakal pendiri kerajaan Troya. Saat itu dia berumur sekitar 15 tahunan, wajah dan bentuk tubuhnya yang sempurna bagaikan malaikat yang turun dari surga. Ternyata keindahan raga tidak memberikan dia kedamaian dan ketenangan, karena semua orang merasa iri dan malah menjadi cenderung untuk membencinya.

Untuk menghindari dari hal-hal yang tidak diinginkan, Ganymede lebih senang pergi mengembalakan ternak milik keluarga ke gunung Ida yang jauh dari keramaian. Dia tidak tahan melihat pandangan mata orang-orang, yang perempuan dengan tatapan rasa cemburu dan yang pria dengan nafsu yang tertahan. Demikian juga dengan ayahnya yang tidak terlalu perhatian, sebagai anak bungsu yang malang, kasih sayang lebih tercurah kepada empat orang kakak dan abang. Sedang ibunya, yang merupakan putri dewa sungai Scamander sudah tidak ada lagi untuk bisa menemaninya karena telah lama berpulang.

Jika dilihat dari silsilah, Ganymede merupakan keturunan jauh dewa laut kuno Oceanus dan dewa-dewi air banyak terdapat di dalam garis keturunan keluarga. Hal ini memberikan dia sebuah kelebihan yang bisa mendeteksi keberadaan air di manapun sumber berada walaupun jauh di dalam tanah. Sehingga dia tidak pernah mendapat kesulitan ketika harus memberi makan dan minum para ternaknya yang semakin berkembang dalam segi jumlah. Dan seperti biasa dalam berbagai cerita dan legenda, kecantikan serta ketampanan yang berlebihan selalu akan menjadi sebuah sumber masalah.

Adalah Eos, sang dewi fajar yang sering melihat Ganymede tertidur di bawah langit terbuka ketika dia melintas untuk memulai hari. Dan tidak bisa dipungkiri kalau seketika Eos langsung jatuh hati dan bermaksud ingin memiliki. Hal ini bukan kejadian yang pertama sekali, karena Eos sering menculik anak-anak muda tampan untuk dijadikan sebagai kekasih. Ada juga kisah Eos dengan Thitonus yang berubah menjadi jangkrik karena Eos lupa untuk meminta supaya selamanya awet muda sehingga sang pemuda hidup abadi menjadi tua renta dan tidak bisa mati-mati.

Alas, ternyata Eos tidak sendirian karena Zeus ternyata secara diam-diam juga naksir berat terhadap sang pemuda. Tetapi dia agak malu-malu untuk mengungkapkan hasrat karena belum pernah sebelumnya tergelitik untuk mempunyai nafsu terhadap seorang pria. Tetapi ketika Eos berencana untuk menculik Ganymede, mau tak mau Zeus harus bergerak dengan cepat untuk terlebih dahulu menyambarnya. Dengan menjelma menjadi elang raksasa yang perkasa dan kuat, Zeus memboyong Ganymede ke angkasa dan membawanya ke istana Olympus di mana dia bertakhta.

Terang saja Hera, istrinya menjadi sewot tidak ketulungan tetapi tidak bisa berbuat apa-apa walaupun rasanya sangat pengen marah. Selama ini dia selalu diliputi oleh rasa curiga dan sering kelimpungan mencari tahu jika sang suami berselingkuh dengan para wanita. Tetapi kali ini Zeus dengan cueknya membawa cemceman bertandang ke rumah, karena dia tidak merasa melanggar sumpah sebab sang kekasih adalah pria remaja. Apalagi dengan kekuasaannya yang maha luas dan bisa dengan mudah memberikan Ganymede kehidupan immortal serta selamanya awet muda.

Ganymede kemudian menggantikan tugas Hebe, anak Zeus dan Hera yang lebih memilih kehidupan mortal untuk bisa menikah dengan Hercules. Dia menjadi pelayan istimewa yang mengisi gelas-gelas para dewa dengan nectar dan ambrosia ketika mereka sedang berkumpul dan bersantai, atau sekedar relaks. Dia hampir selalu terlihat dengan memegang bejana di tangan yang sedang menuangkan minuman surga yang sangat berkualitas. Zeus menjaga agar Ganymede selalu berada di dekatnya karena khawatir disambar oleh Apollo atau Hermes yang kadang-kadang berani menelikung dan bermain culas.

Suatu kali dalam sebuah jamuan, Hera sengaja duduk menjauh dan memanggil Ganymede untuk datang mendekat supaya bisa mengisi gelas. Ketika dia sedang menuangkan minuman, Hera dengan seolah-olah tidak sengaja memperlihatkan suasana kerajaan di mana keluarganya beserta seluruh rakyat yang sedang berpesta dan terlihat sangat jelas dari atas. Ganymede tahu ketika Zeus memboyongnya ke Olympus sebagai ganti rugi diberikan sepasang kuda bermutu prima kepada orangtuanya dan kini berkembang biak menjadi jumlah yang bisa memberikan rasa puas. Rasa marah seketika timbul di dalam diri Ganymede yang teringat ketika perlakuan mereka menyebabkan dia harus hidup terpisah menyendiri di alam buas.

Tanpa disadarinya, bejana yang sedang dipegang tidak henti-hentinya menuangkan air sehingga seluruh kerajaan mengalami banjir badang. Hera pura-pura tidak melihat, dia ingin menyaksikan hukuman apa yang akan diberikan oleh suaminya terhadap seseorang yang sangat disayang. Teriakan dari penduduk yang terkena bencana akhirnya terdengar oleh Zeus yang menyebabkan dia menjadi berang. Tetapi ketika Zeus melihat senyuman Hera yang tersungging mengembang, seketika dia tahu siapa sebenarnya yang telah menjadi dalang.

Akhirnya Zeus mengangkat Ganymede ke angkasa untuk menjadi dewa pemberi hujan, yang kebetulan memang belum pernah ada yang menjabat. Zeus mengajarkan kepadanya untuk berlaku adil, harus tahu mana yang akan diberikan sedikit dan mana yang harus diturunkan dengan lebat. Konstelasi bintang di mana Ganymede berada menjadi simbol zodiak Aquarius, yang menggambarkan seorang pemuda tampan yang sedang memikul bejana dari tanah liat. Dan di sekitarnya ada konstelasi Aquila, yaitu elang peliharaan Zeus yang bertugas untuk mengawasi Ganymede, terus terang Zeus masih khawatir kalau sewaktu-waktu dia akan diembat.

Tabik.

B. Uster Kadrisson

Catatan : Aquarius 21 Januari – 19 February
The Abduction of Ganymede – Peter Paul Rubens (1577-1640).

The Induction of Ganymede in Olympus, oil on canvas, 1769, Charles-Amédée-Philippe van Loo, Neues Palais, Potsdam, Germany.

Zeus and the Young Ganymede, courtesy Sean He, @artstation.