Home > Lain-lain > Capricornus..

Dewa Aegipan sudah sangat tua, keberadaannya lebih kuno dari pada para Olympian yang terhitung masih sangat muda-muda. Dia lebih dikenal dengan nama pendek Pan, merupakan dewa untuk kehidupan alami, yang meliputi seluruh hewan dan tanaman yang ada di hutan dan rimba belantara. Tidak ada yang keterangan yang jelas tentang siapa orangtuanya, yang pasti dia sudah ada saat para Titan sedang menguasai dunia. Pan lebih senang menyendiri di tengah-tengah kelompoknya yaitu para satyr dan nymph, menikmati kehidupan alam tanpa direcoki oleh intrik-intrik dan politik para penguasa.

Pan bertubuh setengah manusia dengan bagian bawah merupakan kaki binatang kambing yang penuh dengan bulu kasar dan berkuku belah. Tampangnya yang ceria dan seperti tidak mempunyai beban hidup, karena selalu penuh dengan pesta-pesta, musik dan berdansa. Alat musik yang dia ciptakan berupa Panpipe yaitu tujuh buluh rumput air yang tidak sama rata dan disatukan untuk memberikan nada yang berbeda. Sebagai kenangan terhadap Syrinx, seorang nymph anak dewa sungai yang menolak cintanya dan lebih memilih untuk menjadi tanaman air yang tumbuh di tepi telaga.

Walaupun sebenarnya Pan terlihat carefree atau tidak pedulian, sebenarnya dia memelihara keutuhan alam dari pencemaran dan kerusakan. Artemis menjadi anak asuhnya karena sering berburu di hutan dan memberikan sekawanan anjing buru untuk menjadi teman. Kepada Apollo dia ajari ilmu cenayang yang bisa melihat dan membaca pergerakan bintang-bintang untuk melihat masa depan. Sedangkan Dionysus menjadi teman baiknya kalau ada acara mabuk-mabukan dan pesta orgi yang berlangsung sepanjang pekan.

Pan turut serta mengasuh Zeus sewaktu dia masih bayi, ketika ibunya Rhea menyembunyikannya dari sang bapak Kronos yang ingin menelannya. Mereka berdua sama-sama mempunyai ibu asuh yang sama dan menetek dari domba Amalthea, sehingga Zeus dan Pan adalah terhitung bersaudara walaupun tidak mempunyai hubungan darah. Pan akan menari dan membuat gaduh sehingga tangisan Zeus yang menggelegar tidak terdengar oleh Kronos yang selalu mondar mandir di luar gua yang sepertinya mulai menaruh curiga. Ikatan ini sangat kuat, sehingga Pan nanti rela mengorbankan diri demi keselamatan Zeus dan seluruh dunia.

Gaea, mother earth sangat marah ketika hampir seluruh keturunannya dihancurkan oleh Zeus ketika dia telah dewasa dan merebut takhta. Dari perselingkuhan dengan Tartarus, Gaea kemudian melahirkan sebuah monster Typhon, seekor ular besar berbadan manusia yang sangat kuat perkasa. Gaea sudah bersumpah akan menjadikan Typhon sebagai penguasa dan melimpahinya dengan berbagai kekuatan yang tiada dua. Nanti bersama Echidna, Typhon akan menjadi bapak dari segala monster yang akan mengukir cerita seperti Sphinx, Cerberus, Hydra dan Chimera.

Ketika saatnya sudah tiba, Typhon keluar dari perut bumi dan menantang Zeus untuk bertarung demi memperebutkan singgasana. Semua dewa-dewi Olympus pada berlarian kucar kacir dan tidak ada yang mampu melawan sang ular raksasa. Mereka berlarian ke selatan ke arah Mesir, Apollo menjadi elang, Artemis menjadi kucing, Ares menjadi ikan, Hermes menjadi belibis dan di tempat yang baru mereka disembah seperti dewa. Hanya Zeus, Athena dan Pan yang tertinggal dan bertarung mati-matian demi keselamatan seluruh isi dunia.

Walaupun Zeus terbilang cukup sakti tetapi kekuatan Typhon sangat hebat dan bisa menangkal segala macam senjata. Sedang Athena sudah terkapar tidak berdaya dan petir dari thunderbolt milik Zeus seperti menggelitik kulit luarnya saja. Dengan sebuah sentakan yang tidak terduga, Typhon berhasil merebut senjata andalan dan ikut tercabik otot tangan Zeus yang sedang menggenggamnya. Pan dan Athena melarikan Zeus pergi untuk memulihkan tenaga, dan sepertinya kemenangan sudah jauh dari sangkaan semula.

Hermes yang merasa bersalah karena telah kabur akhirnya kembali dan bersama dengan Pan menyusun siasat bagaimana caranya untuk mendapatkan kembali senjata milik Zeus. Saking hebatnya racun Typhon, anggota tubuh yang tercabik tidak bisa tumbuh kembali seperti sediakala seperti terbakar hangus. Rencana kemudian dilakukan, Pan memberanikan diri muncul di depan gua di mana Typhon bersemayam dan memainkan panflute dengan nada yang mengalir lembut dan melodius. Typhon seperti terhipnotis dan menikmati sajian musik yang dipersembahkan oleh Pan tanpa ada merasa perasaan yang aneh dan misterius.

Ketika Pan berhenti bermain musik, Typhon memintanya untuk melanjutkan karena nada yang terdengar seperti lantunan suara yang sering didengungkan oleh ibunya. Pan berkata kalau permainan lyranya lebih bagus tetapi sayang senarnya terputus dan belum mempunyai gantinya. Typhon memberikan otot tangan yang dia renggut dari Zeus jika sekiranya bisa menjadi pengganti karena pasti lebih kuat dari pada tali dari usus yang biasa. Sementara itu Hermes mengendap-endap masuk ke dalam gua untuk mencari senjata pamungkas dan Pan berusaha mengulur-ulur waktu seperti rencana mereka.

Melihat Hermes yang berhasil mendapatkan senjata, Pan dengan berbagai alasan berusaha untuk menghindar yang membuat Typhon semakin jadi curiga. Ketika siasat sudah terbuka, Typhon berusaha mengejar mereka dan Pan dengan teriakannya yang bisa menimbulkan rasa panik, tergesa-gesa merubah diri menjadi seagoat yang setengah ikan saat melarikan diri melalui jalur samudra. Zeus berhasil pulih kembali dan kali ini tidak memberi ampun dan menghajar Typhon habis-habisan sekuat tenaga. Akhirnya sang monster berhasil dikalahkan dan dikurung di bawah gunung Etna yang penuh dengan lahar yang panas membara.

Tidak ada yang tahu ketika Pan melarikan diri dari kejaran Typhon, dia sebenarnya terluka dan ketika para Olympian telah kembali dan berpesta pora, Pan pergi menyendiri ke dalam gua. Bertahun-tahun kemudian, dia telah terlupakan dan pada suatu hari seorang pelaut bernama Thamus mendengar sebuah suara saat melintasi kepulauan Paxi di sebelah timur Italia. Suara yang mengabarkan kalau the great god Pan is dead, walaupun dia sebenarnya immortal tetapi Pan kini telah tiada. Zeus kemudian mengangkatnya ke angkasa dan menjadi konstelasi Capricornus, gugusan bintang berbentuk kambing bertanduk dua dengan ekor ikan, untuk mengenang jasa-jasanya.

Tabik.

B. Uster Kadrisson

 

Catatan : Capricornus 22 Des – 19 Januari

Capricorn, courtesy Kristina Vardazaryan
Young Pan, unknown.
Pan and Syrinx, Jean-Francois Detroy.
The Triumph of Pan, Niccolas Poussin.
The Education Of Jupiter On Mount Ida In Crete by Hermann Steinfurth.
Typhon, father of all monsters, unknown.
Pan and Panpipe, unknown.
The Epic Battle : Typhon and Zeus, courtesy Maria Riccio.