Home > Lain-lain > Sagittarius..

Kisah bermula dari Ixion, seorang raja dari Lapiths yaitu sebuah daerah di Thessaly, Yunani tengah yang merupakan anak dari sang dewa perang. Sebagai anak dari Ares, sehingga tidak heran kalau karakternya suka meledak-ledak tanpa kontrol dan suka mendadak menjadi berang. Selain itu dia juga tidak bisa mengendalikan nafsu, yang membuat matanya selalu nanar dengan pikiran yang jalang. Sifat yang nanti membuat dia terperosok berkali-kali tanpa pernah mengambil pelajaran dan diwariskan kepada keturunannya yang unik tiada terbilang.

Ixion menikahi Deia, anak dari Deioneus, raja dari negeri tetangga dengan menjanjikan sejumlah emas dan permata sebagai uang mahar. Tetapi sampai datang waktunya untuk ditagih, Ixion masih saja mengulur-ngulur waktu dan berniat untuk ingkar serta tidak mau membayar. Undangan untuk berkunjung dikirimkan ke bapak mertua dan diam-diam dia sudah menyiapkan tempat tidur yang bisa berubah menjadi tungku dengan timbunan kayu bakar. Kasus Ixion menjadi heboh sejagad raya dan dia diusir dari kerajaannya sendiri dan namanya kemudian menjadi tercemar.

Entah karena rasa sayang yang berlebihan terhadap cucu, Zeus kemudian berlemah hati dan malah mengundang Ixion untuk bertandang ke Olympus. Dasar memang mata keranjang dan tidak tahu diri, neneknya sendiri yaitu Hera malah digodain untuk sekedar melampiaskan nafsu dan lust. Hera mengadu kepada Zeus dan untuk menangkap basah, diciptakan Nephele yaitu sosok mirip seperti Hera yang dibuat dari awan cumulus. Tanpa menyadari hal yang sebenarnya Ixion kemudian melampiaskan nafsunya dan dari hubungan ini terlahir anak yang cacat bernama Centaurus.

Ixion kemudian dihukum dan atas perintah Zeus, Hermes mengikatnya di atas roda berapi yang terus berputar sampai kiamat tiba. Sang anak malang, yang harus menanggung dosa sang bapak terkucilkan dari kehidupan sosial dan harus tinggal di pegunungan, hutan dan rimba. Hidup di antara kuda-kuda liar yang akhirnya memberikan keturunan yang berbadan setengah binatang dan setengah manusia. Keturunannya juga disebut centaurus, mahkluk yang menakjubkan sebenarnya karena menguasai ilmu perbintangan tetapi sifat asli binatang dan nafsu yang tidak terkendali sering keluar kalau sudah mabuk saat berpesta.

Suatu ketika raja Phiritous mengadakan pesta perkawinan dan mengundang para centaurus untuk turut serta datang menghadiri. Selain karena mereka terbilang masih sebagai saudara sepupu jauh karena sama-sama keturunan raja Ixion dan saat itu hidup berdampingan di Thessaly. Tetapi memang dasar binatang, di saat mabuk mereka kemudian membuat onar dengan memperkosa calon pengantin dan tamu yang lain serta anak-anak juga turut dicabuli. Theseus, hero yang pernah membantai Minotaur kebetulan hadir di antara tamu undangan, akhirnya membunuh para centaurus yang menjadi biang keladi.

Akibat dari peristiwa yang dikenal dengan Centauromachy ini, seluruh keturunan centaurus kemudian diusir dan mengembara di pegunungan ke arah utara dan barat. Di antaranya adalah Chiron muda yang terbilang unik dan sangat berbeda dari yang lain karena ibunya adalah immortal Philyra, seorang putri dewa laut kuno Oceanus yang tergolong oceanid, sehingga tampak lebih bermartabat. Dia lebih cerdas serta banyak berpikir dengan akal dan malangnya juga dijauhkan dari kelompoknya sendiri karena kaki depannya yang lebih berbentuk humanoid bukan tapal kupa dengan jari-jari yang rapat. Terpisah dari ibunya yang ada di laut dan dikucilkan dari gerombolan membuat Apollo menjadi kasihan dan mengambilnya menjadi anak angkat.

Di bawah bimbingan Apollo pengetahuan Chiron menjadi sangat luas, dia menguasai berbagai macam ilmu termasuk juga obat-obatan. Saudara kembarnya Artemis turut serta mengajari cara memanah dan berburu serta keahlian memainkan berbagai senjata dan pedang. Chiron kemudian terkenal sebagai mahaguru yang membuat banyak para orangtua memintanya untuk menjadi mentor dan menghasilkan banyak para pahlawan. Termasuk nama-nama besar seperti Achilles dan Hercules, yang merupakan sosok hero yang akan terus diperbincangkan sepanjang jaman.

Tetapi malang, di depan dua nama tokoh besar itu pula Chiron menghembuskan nafas dan harus berpulang. Saat itu Achilles masih sangat muda dan sedang dalam tutorial asuhan Chiron ketika Hercules datang bertandang. Dia dalam perjalanan untuk menuntaskan tugas-tugas yang dibebankan dan kebetulan lewat serta mampir ke rumah sang mantan guru sekedar ingin sowan. Hercules baru selesai bertarung dengan Hydra, ular berkepala selusin dan panahnya telah dilumuri oleh bisa yang sangat mematikan.

Dalam pesta penyambutan, tanpa sengaja tutup sebuah kendi arak untuk persembahan kepada dewa Dionysus terbuka dan aroma yang keluar tercium sangat memabukkan. Para centaurus yang ada menjadi liar dan ingin membunuhnya yang menyebabkan Hercules terpaksa menembakkan anak-anak panah untuk menakut-nakuti mereka supaya mundur ke belakang. Chiron yang datang tergesa-gesa untuk bermaksud melerai malah terkena senjata yang berbisa, tubuhnya jatuh terkulai saat sebuah anak panah menghujam kaki depan. Karena dia immortal, sehingga kematian tidak datang dengan mudah dan kesakitan yang ditimbulkan bagaikan nyawa yang sedang diregang.

Sembilan hari Chiron terbaring tidak berdaya, Achilles remaja meratapi sang guru sementara Hercules diam membisu tidak tahu harus berbuat apa. Dalam rintihannya Chiron berkata kepada Hercules untuk memohon kepada Zeus, ayahnya supaya dicabut saja sang nyawa dan disudahi umurnya di dunia. Dia rela menukar keabadian dengan kebebasan Prometheus yang telah dirantai selama millenia karena telah mencuri api untuk manusia. Zeus mengabulkan permintaan dan mengangkat tubuh Chiron ke angkasa untuk bersinar menjadi konstelasi Sagittarius, yang menggambarkan satria bertubuh kuda yang sedang memanah.

Tabik.

B. Uster Kadrisson

Catatan : Sagittarius the Archer, courtesy Joe Tucciarone, @novaspace

The Battle between Lapiths and Centaurs, Francesco Solimena, 1747.
Education of Achilles by the Centaur Chiron, oil on canvas, Baptiste Regnault, 1782.
Hercules Fighting the Centaurs, Pietro Benvenuti, 1769-1844.