Home > Lain-lain > Child Pornography..

Walaupun di Amerika kebebasan seksual sudah jamak dibicarakan tetapi menjadi sesuatu hal yang sangat serius jika menyangkut child pornography. Baru saja ada seseorang di Los Angeles yang melayangkan lawsuit atau gugatan ke pengadilan tentang penggunaan photonya semasa dia masih bayi. Photo yang sangat terkenal di dunia karena selama 30 tahun telah menjadi image tentang sebuah grup musik yang sangat legendaris dan masih terus dibicarakan sampai kini. Photo yang digugat adalah yang menghiasi album perdana grup Nirvana, yaitu gambar seorang bayi yang sedang berenang mengejar sehelai uang satu dollar yang terkait di mata pancing, dan jelas tampak alat kelamin kalau dia adalah bayi laki-laki.

Spencer Elden, sang bayi yang kini telah tumbuh menjadi seorang pemuda, yang tidak bisa dibilang tampan atau gagah, karena perawakannya termasuk kategori standard. Dia menuntut ganti rugi sebanyak total 2,5 juta dollar terhadap 17 orang mulai dari anggota band, produser rekaman yang dianggapnya sudah terlibat. Juga sang photographer yang telah membayar $200 untuk pengambilan gambar yang 15 detik, sebenarnya jika dihitung dari ratio merupakan sebuah harga yang cukup mahal untuk seorang model yang tanpa bakat. Kebetulan juga sang tukang potret adalah sahabat bapaknya, yang tidak menyangka kalau hasil karyanya akan menjadi sesuatu yang phenomenal dan hebat.

Sebenarnya Spencer Elden sudah sering melakukan pose ulang berkali-kali selama masa remaja dan hingga usia dewasa. Siapa sih yang tidak bangga kalau saat masih bayi saja dia sudah pernah menjadi pembicaraan di seluruh dunia. Tetapi sayangnya dia tidak melakukan rekonstruksi secara total dan utuh sebagaimana yang tampak pada photo semula. Dia tidak pernah telanjang bulat dan masih mengenakan celana, mungkin saja jika dia berani pasti akan lain jalan cerita.

Tetapi apapun usaha yang telah dia lakukan, ketenaran dan kemasyhuran tidak pernah datang kembali dan terulang. Kini dia mengatakan kalau selalu merasa tertekan batin karena ratusan juta pasang mata telah melihat dia telanjang. Rasa malu yang menghantui, seakan-akan predator pedophil terus mengikuti dan menatap dari belakang. Dengan menggunakan clausul child pornography yang sangat sensitif, dia kemudian menuntut ganti rugi atas keresahan hati, ah.. ternyata buntut-buntutnya hanya masalah uang.

Dalam sebuah pengakuannya yang dilansir oleh berbagai media, sebenarnya dia sangat marah karena sebegitu banyak uang yang telah dihasilkan tetapi keluarganya hanya kebagian 200 dollar saja. Album Nirvana dengan titel Nevermind yang menggunakan photo tersebut sebagai cover, sampai kini telah terjual sebanyak lebih dari 30 juta copy di seluruh dunia. Selain itu menurutnya, ada perjanjian yang tidak tertulis kalau produser akan menutup atau memblur alat kelamin yang jelas tertera. Tetapi siapa juga yang akan tertarik melihat burung anak bayi usia 4 bulan, sehingga bisa ditebak kalau masalah ini adalah sesuatu yang mengada-ada.

Sebenarnya kasus ini bisa dengan mudah dipatahkan karena saat itu dia masih di bawah umur, sehingga concent terjadi antara photographer dan sang orangtua. Dengan harga sesama teman dan mungkin juga sambil tertawa-tawa, pengambilan gambar dilakukan di aquatic center yaitu sebuah kolam renang di Pasadena, California. Siapa yang akan menyangka kalau photo itu akan menjadi iconic, walaupun tidak ada bukti tertulis yang mengijinkan tentang penggunaan selanjutnya. Curt Cobain, sang pentolan band yang nanti akhirnya mati tragis, yang memilih sendiri gambar ini dari ratusan image lain yang tersedia.

Tidak ada batasan yang jelas tentang usia termuda dalam menyangkut child pornography, karena tergantung per negara bagian tetapi secara umum di Amerika sekitar di bawah 16-18 tahun. Sanksi yang diberikan sangat berat dan tidak terjerat oleh waktu, sehingga kasus masih bisa dibuka walaupun korban sudah beruban dan tidak lagi culun. Banyak terjadi kasus kaum pedophil di Amerika yang melakukan kegiatan di luar negeri, di mana hukum bisa dipelintir asal ada uang yang segunung yang menimbun. Mereka mengadakan perjalanan ke negara-negara miskin di Asia, Afrika atau Amerika Selatan di mana bisa mendapatkan mangsa baik anak perempuan maupun laki-kaki, yang rela menukar tubuhnya dengan beras sekantung atau sejumput gandum.

Tabik.

B. Uster Kadrisson