Home > Lain-lain > Ghilman dan Houri..

Dan di sekitar mereka ada anak-anak muda yang berkeliling untuk (melayani) mereka, seakan-akan mereka itu mutiara yang tersimpan.
―QS. Ath Thuur [52]: 24

..

Mungkin kita semua sudah jamak dan jengah mendengarkan ceramah berbagai ustad abal-abal yang selalu menjual surga dengan janji-janji kenikmatan akan selangkangan. Yang satu mengatakan akan mendapat 72 bidadari, sedang yang baru saja berpulang mengatakan akan mendapat lebih dari 4900 orang. Seseorang yang lain lagi mengatakan dengan sangat gamblang kalau lelaki penghuni surga akan sibuk berhubungan seks sepanjang hari dan malam, baik siang maupun petang. Entah akan ada acara threesome atau orgy, atau mungkin juga gang-bang, terus terang saya sudah muak mendengarkan siar perkabaran yang sepertinya centang prenang.

Tetapi memang bukan salah mereka juga jika telah menafsirkan secara demikian karena di dalam Al-Qur’an memang sudah tertulis janji-janji Allah akan kenikmatan surga. Secara harfiah memang disebutkan tentang penghuni jannah yang bersama istri-istri mereka yang bertelekan di atas dipan-dipan yang indah. Juga banyak hadits Nabi yang menerangkan tentang hadiah yang akan didapat oleh orang-orang yang telah bersusah payah untuk berbuat amal kebajikan selama hidup di dunia. Bahkan menurut Rasullullah, seorang mukmin akan mendapatkan sebuah kemah dari mutiara yang berongga sepanjang 60 mil, yang berisikan kamar-kamar dengan bidadari-bidadari jelita yang tidak akan pernah bertemu lagi dengan yang pertama.

Menurut kajian ustad Denny Siregar, ayat-ayat ataupun hadits yang bernarasi tentang kenikmatan selangkangan ini memang disesuaikan dengan kondisi umat pada saat itu. Untuk memikat para kaum Arab jahilliyah yang memang ngacengan, sehingga dijanjikan sesuatu yang menarik perhatian mereka yaitu hadiah akan pengalaman dikelilingi oleh perempuan-perempuan yang berwajah ayu. Bidadari-bidadari ini di dalam Al-Qur’an disebutkan dengan nama houri, perempuan bermata besar nan indah yang berbaring di bantal-bantal hijau dalam hamparan karpet dari beludru. Merupakan pendamping yang menyenangkan, diciptakan tanpa proses kelahiran dan selamanya akan perawan walaupun sudah dicoblos satu persatu.

Walaupun banyak narasi tentang hadiah bagi kaum pria tetapi tidak ada banyak cerita tentang kenikmatan nirwana yang akan didapat oleh kaum wanita yang sholeha. Selain wanita-wanita tersebut dikabarkan akan kembali cantik dan berusia muda, sepertinya keterangan ini sudah cukup menggembirakan bagi emak-emak yang selalu susah untuk menjaga supaya jarum timbangan tidak bergeser melebihi garis tengah. Mereka akan kembali menjadi pendamping sang suami, jika saja keduanya sama-sama masuk surga, tetapi cilakanya sang pasangan ‘like a kid in the candy store’ malah sibuk melirik ke sini dan ke sana. Rasanya seperti tidak adil, bagaimana ceritanya jika sang suami malah terperosok masuk ke dalam neraka, atau bagi wanita-wanita lajang yang belum pernah sama sekali menikah.

Ternyata Allah memang Maha Adil, para wanita sholeha tidak perlu terlalu merasa khawatir, karena sudah ada disediakan bidadara-bidadara yang nanti akan menemani. Walaupun hanya ada sedikit ayat di dalam Al-Qur’an yang menerangkan tentang mereka yang disebutkan sebagai ghilman, adalah merupakan pria-pria muda yang elok rupawan yang membawa minuman anggur di dalam bejana atau kendi. Memang sedikit tidak jelas keterangan tentang kedua makhluk ghilman dan houri ini yang nanti akan menjadi bagian dari kehidupan yang abadi. Sepertinya mereka bukan bagian dari para malaikat yang diciptakan khusus hanya untuk bertasbih dan tidak punya hasrat serta keinginan akan birahi.

Keterangan tentang ghilman tidak sebagaimana dalam ayat-ayat yang menyebutkan secara explisit tentang peruntukkan bidadari bagi para kaum lelaki. Bukan hendak menyangkal, walaupun wanita sangat dijunjung tinggi di dalam Islam, tetapi agak sedikit berbau diskriminasi kalau mengenai urusan yang begini. Apakah kaum wanita di surga nanti hanya akan mendapat satu saja, atau kalau masih kepingin apakah boleh untuk ‘tambuah ciek lai’.* Tetapi paling tidak dengan mengetahui kalau ternyata ada juga bidadara-bidadara di surga, akan membuat emak-emak berhenti menggunjing dan semakin rajin pergi mengaji.

Tabik.

B. Uster Kadrisson

Catatan : *) tambah satu lagi (Minang)