Home > Lain-lain > Ice Bucket Challenge.

Beberapa tahun yang lalu, jagad medsos diramaikan oleh sesuatu yang sebutlah bisa dinamakan sebagai sebuah permainan. Namanya ‘ice bucket challenge’ yaitu sebuah tantangan untuk mengguyur kepala sendiri dengan air yang sangat dingin nian. Seseorang biasanya memposting sebuah video saat seember air yang penuh dengan bongkahan-bongkahan es batu yang kemudian dituangkan. Setelah itu dia akan menantang seorang teman yang lain untuk melakukan hal yang sama dan ini kemudian menjadi berantai dan berkembang hingga meliputi jutaan.

Yang menarik, tantangan ini juga dijawab oleh sebagian orang-orang ngetop kelas dunia, yang terdiri dari olahragawan, bintang film, model dan musician. Dari mulai Justin Bieber, Justin Timberlake, JLo, Lady Gaga, Oprah Winfrey, Eddie Redmayne, Victoria dan David Beckham, Bill Gates, Mark Zuckerberg, Matt Damon, James LeBron dan Hugh Jackman. Renee Zellweger artis yang ngetop dengan Bridget Jones’s Diary, melakukannya di kandang kuda, supaya setiap tetes air tidak terbuang karena dia adalah seorang aktivis lingkungan. Sedang ilmuwan terkenal Stephen Hawkins diwakilkan oleh ketiga anaknya, karena saat itu dia sedang tidak enak badan.

Sejumlah mantan petinggi negeri juga ikut serta melakukan permainan ini, seperti Bush Jr yang sesudahnya menantang Bill Clinton. Sedang president Obama yang saat itu berkuasa, menolak untuk melakukan dan memilih untuk menyumbang 100 dollar untuk donation. Trump yang menjadi kandidat presiden dari partai Republicans pernah melakukannya dan menolak untuk mengulang kedua kalinya ketika ditantang oleh walikota Boston. Dan bukan hanya di Amerika tetapi juga melingkupi hingga anggota parlemen di Australia, Perdana Mentri Canada dan termasuk juga tokoh kartun Homer Simpson.

Lalu apa istimewanya permainan tantangan ini hingga terkenal di seluruh dunia dan melibatkan nama-nama yang cukup terkenal. Adalah tujuan mulia di belakangnya yang untuk mengumpulkan dana guna pengobatan dan research penyakit yang fatal. Sejak sewaktu dimulai tahun 2014 dan hingga sekarang, sudah terkumpul lebih dari 200 juta dollar atau setara dengan 3 trilyun, dan itu masih belum final. Sebagian besar dana ini diperuntukkan bagi penyakit ALS atau Amyotrophic Lateral Sclerosis, sebuah penyakit genetik yang mengenai otot dan syaraf yang membuat penderita bisa dengan segera meninggal.

Awal kisah bermula dari seorang atlit golf di Florida, Chris Kennedy yang demi menyenangkan seorang sepupu yang juga menderita ASL, dia menuangkan seember air es ke kepala hanya untuk membuat supaya dia bisa tertawa. Dia kemudian menantang istri sang sepupu untuk melakukan hal yang sama dan kemudian memposting video di sosial media. Pat Quinn dan Peter Frates yang merupakan teman-teman mereka dari dunia maya Facebook kemudian menjadi orang yang melakukan berikutnya. Berkat kepiawaian duo ini dalam fundraiser, tantangan ini akhirnya menjadi viral dan menjadi cara pengumpulan dana.

Pat Quinn dan Peter Frates adalah juga penderita pengidap penyakit ALS, yang di Amerika dan Canada disebut dengan nama Lou Gehrig’s disease. Lou Gehrig adalah pemain baseball ternama asal New York, yang meninggal karena penyakit ini sekitar 80 tahun yang lalu dalam usia 37 tahun, hanya beberapa tahun setelah terdiagnosis. Penyakit ini tidak diketahui penyebabnya, bisa kemungkinan genetik atau keturunan tetapi data yang ada tidak mengungkapkan dengan jelas dan persis. Perlahan-lahan semua otot menjadi lumpuh dan kadang nyeri sehingga membuat penderita tidak bisa bergerak, menelan serta berbicara dan saat final tidak bisa bernafas sama sekali karena semua otot sudah paralysis.

Biasanya menyerang usia 50 tahun ke atas tetapi belakangan usia penderita semakin menurun dan juga menyerang anak-anak muda. Prognosis setelah terdeteksi umumnya selalu buruk, dan dokter hanya memberikan waktu sekitar 2 sampai 4 tahun, walaupun kadang ada juga pasien yang berusia lebih dari yang diperkira. Peter Frates asal Boston meninggal tepat sekitar setahun yang lalu dalam usia 34 tahun saja. Dan Pat Quinn, baru saja berpulang beberapa hari yang lalu di usia 37 tahun untuk menyusul sang sahabat yang tercinta.

Tabik.

B. Uster Kadrisson