Home > Lain-lain > Diobok-obok..

🎶Diobok-obok..
Petamburan diobok-obok..
Efpeih pada mabok..🎶

Dalam beberapa hari berturut-turut ini, publik di Indonesia diberikan sejumput harapan yang cerah dengan makna kalau negara masih hadir untuk menjaga. Setelah adanya iring-iringan konvoi kendaraan tentara yang berhenti sejenak di Petamburan, Panglima Kodam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman kemudian memberikan pernyataan tentang pasukan TNI yang berada di belakang usaha penertiban baliho-baliho yang segede gajah. Tanpa mengindahkan peraturan tata tertib tatanan kota, kelompok efpeih yang cenderung anarkis ini telah memasang reklame dengan wajah imam jumbo di mana-mana. Mungkin otak mereka memang sudah korslet, dalam sebuah video terlihat para laskar ini berdiri mengadakan apel dengan bernyanyi memuja baliho dengan potret sang imam, persis seperti yang terjadi di negara komunis Korea Utara.

Setelah itu Kapolda Metro Jaya yang baru, Irjen Fadil Imran juga memberikan pernyataan yang akan menindak segala bentuk pelanggaran protokol kesehatan Covid-19. Pernyataan tegas kedua perwira yang membawahi DKI Jakarta yang secara berkesinambungan ini seakan-akan dengan tanpa tedeng aling-aling telah memberikan kode keras. Kepada para kelompok pengacau beserta orang-orang di belakang mereka yang selalu mengganggu ketentraman masyarakat dengan dalih siar agama dengan ceramah dari ustad-ustad yang tidak jelas. Apalagi sebentar lagi akan tiba jadwal acara reunian tahunan dari alumni universitas Monaslimin yang mereka rayakan setiap tanggal 2 di bulan 12.

Ditambah lagi dengan Instruksi Mendagri Tito Kanarvian yang mengunci si wan Abud dari kemungkinan untuk menjadi tuan rumah. Sudah berkali-kali dia menarik ulur aturan PSBB, bagaikan menggunakan kolor yang karetnya sudah kendor dan tidak lagi renyah. Jika ada kepentingan dari sang dalang di belakang berbagai acara demo, dia pura-pura tidak tahu dan melorotkan celana sehingga tampak kacang mete yang bijinya dua. Setelah itu semua berlangsung ricuh dengan segala kerusakan yang terjadi, dia buru-buru menarik rem darurat seolah-olah memberikan perhatian khusus terhadap wabah.

Tapi kali ini sanksi yang diberikan secara tertulis sudah ditetapkan, yaitu bisa berupa pencopotan atau pemberhentian kepala daerah yang bersangkutan. Setelah pemanggilan wan Abud dan akang Ridwan Kamil kemarin oleh pihak kepolisian, diharapkan mereka sekarang betul-betul paham akan tugas dan wewenang. Kabarnya PKS dan Gerindra sudah kasak kusuk untuk menendang wan Abud karena ratingnya terus menukik sehingga nga layak jual untuk bertarung dalam pilpres nanti sebagai kontestan. Walaupun tanpa partai pendukung, tetapi sepertinya kelompok Trio-C yaitu Cendana, Cikeas dan Chaplin masih akan berada di belakang sebagai dalang karena wan Abud sangat mudah dan gampang untuk disetir seperti wayang.

Tanda-tanda persiapan sudah dimulai saat ada kabar kalau si kumis Chaplin pergi menjemput si Rijik ke tanah suci dengan alasan umroh. Kabarnya dia membawa sekoper uang untuk membereskan segala macam utang dan denda karena doi sudah kelamaan tinggal di sana tanpa ijin yang resmi, kabarnya kantongnya sudah bolong saat dirogoh. Tiga keluarga mantan petinggi negeri bekerja sama untuk menjadi bouwheer alias penyandang dana, genk Cendana yang takut harta jarahan mereka disita, Cikeas dengan kasus korupsi yang akan bisa menyeret mereka ke penjara dan si tua kumis Chaplin yang masih juga sibuk menimbun harta.. ya Alloh. Sepertinya mereka bergantian membiayain si imam jumbo sejak pelariannya 3 tahun yang lalu karena kasus chat mesum dengan gambar-gambar vulgar yang tidak senonoh.

Mudah-mudahan saja ini bukan hanya gertak sambal dari trio TNI-POLRI-Mendagri seperti yang sudah-sudah bagaikan layaknya Menkopolhukam yang sudah tidak punya gigi. Karena kita semua tentu ingin melihat NKRI menjadi negeri yang terdepan di Asia dan dunia di bawah kepimpinan ayahanda Jokowi. Masyarakat Indonesia sudah letih dan lelah hayati, tercabik-cabik dipermainkan oleh orang-orang yang tidak punya hati nurani. Ingin rasanya mereka semua ditangkapi dan para cheer leader atau pom-pom girl seperti si Zonki di sumbat mulutnya pakai kolor yang sudah seminggu nga dicuci.

Sementara ini, imam jumbo beserta laskar efpeih memilih untuk berdiam diri dan telah mengisyaratkan akan mengikuti. Panggilan dari Bareskrim terhadap seluruh dia dan keluarganya katanya ditunda dulu karena dia sedang sakit dan merasa sangat letih. Kabar terakhir yang beredar mengatakan kalau mereka sekeluarga dinyatakan terkena virus Covid-19 dengan reaksi positif dan dalam perawatan intensif. Ah.. ternyata barang lokal yang diimport dari Saudi oleh si kumis Chaplin bermutu sangat rendah, hanya terlihat garang sebentar kemudian melempem seperti kerupuk Aci direndam kuah sayur asem yang sudah basi.

Tabik.

B. Uster Kadrisson

 

Catatan : photo karangan bunga untuk TNI-POLRI dari BUK SQUADS..