Home > Lain-lain > Presiden dagelan..

Sudah lebih dari 10 hari, sejak pemilu yang berlangsung di Amerika diadakan pada minggu yang lalu, tetapi tensi dan ketegangan belum juga mereda. Bagaikan orang yang sedang masturbasi, sang incumbent masih juga sibuk mengutak-atik yang tidak perlu, dan percaya kalau dia akan segera muncrat untuk merasa lega. Tetapi semakin hari, rasanya semakin jauh dari kenyataan dan hanya ada harapan semu, yang malah meninggalkan lecet-lecet yang memalukan dan bekas-bekas luka. Dia juga setengah mengajak serta memaksa orang-orang yang ada di ring satu untuk supaya ikutan onani berjemaah.

Hampir setiap hari publik Amerika dihibur oleh cuitannya yang benar-benar nirfaedah dan salah kaprah. Mengatakan dengan haqul yakin kalau ada banyak ditemukan surat-surat suara yang tidak sah. Padahal semua pengamat pemilu dari badan dunia yang sangat terpercaya sudah sepakat kalau tidak ada prosedur yang salah. Yang terakhir, ada laporan dari Department Homeland Security yang membawahi dinas intelijen mengatakan kalau semua proses pemilu berlangsung dengan sukses tanpa ada cacat cela.

Entah karena imsomnia atau saking gilanya dengan Twitter, dia sering mencuit pada saat lewat tengah malam buta. Dari notifikasi yang tertera pada tulisan terlihat kalau dia menulis dan menyebarkan kabar bohong sekitar jam dua atau jam tiga. Anehnya, ribuan orang tampaknya memang sudah menunggu dan langsung membalas dengan segera. Ada yang merespon dengan memuja-muja dan banyak juga yang mengirimkan meme atau gambar kartun yang mengolok-olok dia.

Dia menyuruh Rudy Giuliani, mantan walikota New York untuk menjadi pengacara yang menangani kasus di beberapa negara bagian yang menurut dia adanya pemalsuan. Dengan lagak dan besar mulut seperti biasa, dia menuliskan di Twitter dengan sesumbar dan mengatakan akan ada konfrensi pers besar-besaran di Four Seasons. Ternyata panggung yang disiapkan adalah di lapangan parkir di belakang Four Seasons Total Landscaping, sebuah perusahaan pertamanan yang ada di sudut kota Philadelphia, yang sepi dan jauh dari keramaian. Tampaknya mereka sudah kehabisan dana karena lokasi tersebut ada di antara toko sex yang menjual dildo dan krematorium, sebuah perusahaan pemakaman.

Rudy Giuliani yang tampangnya sungguh tidak sedap untuk dipandang, sedang menjadi bulan-bulanan karena dia ada di dalam cuplikan film terbaru, si Borat. Film yang bergaya semi documentary ini mengisahkan perjalanan seorang jurnalis dari Asia Tengah yang bisa tembus melewati barisan security saat partai Republicans sedang rapat. Seorang aktris yang memerankan sebagai anaknya bisa mengelabui Rudy Giuliani hingga membawanya ke kamar tidur sebuah hotel dan melalui kamera tersembunyi tampak Rudy Giuliani sedang merogoh urat syahwat. Walaupun dia berkelit dengan mengatakan sedang membetulkan kemeja yang kusut, ah emang dasar bandot tua yang kurang dirawat.

Si Oyen Trump sangat tidak percaya dengan laporan dari media profesional kelas dunia sekelas Guardians, Reuters, CNN, Associated Press, New York Times yang katanya sedang berkomplotan untuk menyebarkan dusta. Malah dia selalu mempercayai dan mengutip laporan dari media online kelas rendah yang berada pada strata paling bawah. Stasiun tv Fox News dan tabloid New York Post yang selama ini menjadi mitra, telah dipecat karena mereka malah menjadi pioneer dalam memberitakan kekalahannya. Malah para petinggi partai Republicans seperti mantan presiden Bush Jr dan kandidat presiden tahun 2012 Mitt Romney, juga sudah memberikan selamat kepada pasangan Biden dan Kamala.

Sudah banyak kepala negara di dunia yang memberikan selamat kepada pasangan terpilih Biden-Kamala, terutama yang sudah muak dengan si Oyen Trump, seperti Jerman, Prancis dan Canada. Ayahanda Jokowi juga telah menuliskan di dalam laman resmi Facebook ucapan selamat dan tidak sabar untuk menjalin kerja sama. Rasanya Biden akan melanjutkan gaya kerja Obama karena ada 8 tahun dia mendampingi dan hingga sekarangpun Obama masih berdiri di belakang menemaninya. Mungkin nanti di bulan Januari akan menjadi peristiwa yang pertama tercatat dalam sejarah, di mana sang pendahulu yang kalah menolak untuk turut serta menghadiri upacara serah terima.

Para pejabat di China juga menunggu waktu satu minggu, baru mengucapkan selamat setelah semua kepastian mengenai pemilihan kepala negara atau pilkara selesai diberesin. Sedangkan pihak Rusia sampai sekarang masih berdiam diri, tampaknya mereka tidak senang karena telah gagal untuk meletakkan kembali di atas singgasana, sang boneka si Putin. Apalagi setelah ini diperkirakan akan kembali dibongkar skandal intervensi Rusia dalam pilkara Amerika 4 tahun yang silam, yang melibatkan pihak Kremlin. Si Oyen Trump bisa mendongakkan kepala dengan angkuh terhadap pemimpin bangsa lain, tetapi terhadap Putin dia akan berlutut dan menganga, because he’s his bitch, you know what I mean.

Tabik.

B. Uster Kadrisson