Home > Lain-lain > Fake News..

Walaupun Amerika terkenal dengan media yang independent dan bertanggung jawab tetapi masih ada yang tidak fair dalam pemberitaan dan cenderung bias. Yang terkenal adalah jaringan tv Fox News dan tabloid New York Post yang sering menurunkan berita yang cenderung berat sebelah dan ngegas. Kedua media ini dikenal sebagai simpatisan partai Republican sehingga berita yang diturunkan hampir 100persen condong ke kelompok tersebut yang kadang terkesan mengagungkan sebuah ras. Republican ini seperti partai pekaes yang para pengurus dan pendukungnya cenderung munafik, dengan tangan yang satu menggenggam Alkitab sedang yang lain merogoh selangkangan atau mengklik situs porno yang beredar dengan bebas tanpa batas.

Si Oyen Trump, presiden yang sedang berkuasa kini sangat tidak percaya terhadap media yang lain, yang dia panggil sebagai fake news. Dia sering sekali berantem dengan reporter-reporter dari jaringan televisi CNN, ABC, CBS atau juga jurnalis dari koran New York Times. Menurutnya, mereka selalu memperolok-oloknya padahal kenyataannya memang dia yang selalu mencari perkara duluan yang bikin orang gemes dan mules. Sedang dua media yang terdahulu, selalu menyanjung dan mencerca habis lawan politik yang berseberang dengan doi, dan sering membikin sensasi yang tanpa dasar dan tidak jelas.

Yang terakhir adalah tentang laporan resmi dari departmen keuangan kalau GDP America yang melejit naik 33persen pada kuartal ketiga. Dengan bangga dia mencuitkan di Twitter kalau ini merupakan pencapaian yang tertinggi dalam sejarah, dan dia marah ketika media yang lain membeberkan fakta yang sebenarnya. Memang ada benarnya jika hanya dilihat secara angka-angka semata, tetapi dia tidak melihat kalau sejak awal tahun di mana kuartal pertama dan kedua terjun bebas karena wabah. Sehingga kenaikan ini tidak terlalu istimewa karena masih terhitung minus, entah dimana dia belajar matematika.

Setiap tahun ada jamuan makan malam semi kenegaraan yang diadakan oleh Gedung Putih untuk menghormati para reporter dan jurnalis yang bertugas meliputi kegiatan kepresidenan. Disebut dengan White House Correspondents’ Dinner yang sudah berlangsung sangat lama dan telah berusia seratus tahunan. Jamuan makan malam yang biasanya digelar sekitar bulan April ini sangat down to earth ini karena sang presiden membiarkan dirinya untuk menjadi bulan-bulanan. Di sini bisa terlihat bagaimana seorang presiden Amerika dengan jabatan tertinggi bisa tertawa lepas ketika ada seorang comedian yang naik ke panggung dan berdiri di sebelahnya untuk menirukan gaya dan kelakuan.

Selama 8 tahun pemerintahan Obama, acara makan malam ini selalu mendapat liputan yang heboh karena dia selalu melemparkan lelucon-lelucon tentang dirinya sendiri dan segenap orang-orang yang ada di jajaran pemerintahan. Dalam sebuah kesempatan, dia membawa seorang comedian acara tv terkenal ke atas panggung sebagai presenter untuk mewakili perasaan gundah dan kemarahan. Dengan santainya sang comedian bersandar di bahu dan ketika Obama dengan berpura-pura marah dan menyuruhnya segera hengkang. Sang comedian kemudian menghampiri meja Michelle Obama dan jelas terdengar dia berbisik ‘he’s crazy’ sambil menunjuk sang presiden yang sedang berdiri di depan.

Yang menarik, acara ini selalu dihadiri oleh para undangan dari selebriti dan orang-orang ternama di dalam dunia entertainment. Kadang-kadang ada penghargaan yang diberikan atas pencapaian sebuah karya atau achievement. Trump yang saat itu menjadi bintang tv karena acara Celebrity Apprentice-nya juga beberapa kali hadir di antara para undangan. Dan Obama pernah beberapa kali memperolok-oloknya di acara tersebut, yang konon katanya membuat dia menjadi sangat pendendam.

Tetapi sejak si Oyen naik menjadi presiden, acara ini menjadi garing karena dia tidak pernah mau datang untuk menghadiri. Karena sudah jelas disebabkan oleh hubungannya dengan para awak media yang tidak pernah lagi terlihat harmonis dan serasi. Pertemuan yang biasanya ramai dengan ruangan yang penuh gelak tawa, sekarang menjadi kering, kaku dan basi. Banyak perwakilan dari media-media ternama yang sudah menolak untuk hadir di lain kali dan mereka telah mengundurkan diri.

Sekitar 100 jam lagi, akan ditentukan siapa yang akan memimpin bangsa Amerika untuk 4 tahun ke depan. Apakah si Oyen yang akan tetap melanjutkan ataukah digantikan dengan mantan wapres yang pernah menjabat 8 tahun yang silam. Walaupun rata-rata polling mengatakan kalau Biden berada selangkah di depan, tetapi hal yang sama pernah terjadi dengan Hillary Clinton yang ditelikung dengan culas di akhir lintasan. Paling tidak, jika dia yang kembali terpilih, dunia akan masih akan dihibur dengan meme kocak dan lawakan, karena sang badut didapuk lagi untuk naik ke panggung kehormatan.

Tabik.

B. Uster Kadrisson