Home > Lain-lain > Memboikot Prancis..

Seruan boikot produk-produk dari negara Prancis sedang giat diserukan oleh orang-orang yang mungkin seumur-umur nga pernah memakainya sama sekali. Dan ada satu seleb medsos yang juga nga jelas kejuntrungan mengunggah sebuah photo dengan meletakkan di lantai barang-barang mewah kepunyaan sang istri. Dengan berlagak membela kehormatan sang Nabi, sebenarnya dia hanya pengen pamer kalau dia juga punya barang mahal dan mampu untuk membeli. Mungkin sekedar hanya untuk menaikkan rating dan mencari sensasi, kalau saya boleh sekedar memberi saran supaya untuk lebih heboh coba barang-barang tersebut dibakar atau dibuang ke kali.

Ribut-ribut ini berawal dari direlease ulangnya karikatur yang katanya tentang nabi Muhammad di majalah keluaran Paris, Charlie Hebdo. Karena sedang akan dimulainya persidangan kasus tentang penyerangan kantor majalah ini sekitar 5 tahun yang lalu yang memakan korban sebanyak 12 orang yang saat itu bikin heboh. Dan sekitar awal Oktober, Samuel Paty seorang guru SMP di Paris memberikan pelajaran tentang sejarah kebebasan berbicara dan berekspresi mengikuti ethic, norma dan credo. Ini adalah kelas rutin sesuai kurikulum dan dikabarkan kalau dia sudah memberi tahu siswa yang Muslim kalau mereka boleh meninggalkan kelas jika merasa keberatan sebelum dia menunjukkan karikatur dengan gambar yang cukup tidak senonoh.

Karikatur itu menunjukkan seseorang yang berperawakan Arab yang sedang telanjang dan membelakang lensa seperti bersujud di lantai dengan latar belakang warna putih. Dengan gambar sebuah bintang berwarna kuning yang menutupi lubang pelepasan dengan ditambahi tulisan ‘Mahomet : une étoile est née’. Yang berarti ‘sebuah bintang telah lahir’, entahlah..sense of humor saya nga nyambung dengan gaya satirisme kaum Parisien ini. Tapi gaya karikatur di Charlie Hebdo ini memang agak kacau dan mereka menyerang siapa saja termasuk juga tuan guru Jesus, bunda Maria, Paus dan semua petinggi negeri.

Kemudian seorang anak perempuan yang katanya menjadi murid sang guru, mengadu ke bapaknya yang disinyalir merupakan pengikut ajaran Islam garis keras. Walaupun belakangan dikatakan kalau semua keterangan sang anak merupakan fabrikasi karena pada saat itu dia tidak termasuk siswa yang berada di dalam kelas. Dengan berbekal keterangan secara sepihak, sang bapak memposting ajakan untuk mengkonfrontasi sang guru dan didukung oleh imam mesjid setempat yang juga dikenal radikal dan ganas. Samuel Paty kembali melaporkan sang bapak ke pihak kepolisian karena merasa dirinya terancam dan suasana semakin memanas.

Gaung bersambut dan seorang pemuda 18 tahun keturunan Chechen Rusia, bernama Abdoullakh Anzorov bersedia untuk menjadi martir. Dia datang ke Prancis saat berusia 6 tahun bersama keluarga dan pemerintah baru saja memberikan izin tinggal resmi berdasarkan suaka refugeee selama 6 bulan terakhir. Keluarganya diduga merupakan simpatisan ISIS, dan sialnya pihak imigrasi tidak mendeteksi sinyal yang akhirnya memberikan peristiwa getir. Dia kemudian mengikuti sang guru seusai jam sekolah dan memenggal kepalanya dan memposting di Twitter dengan diiringi pekikan takbir.

Polisi dengan cepat bertindak, sang pemuda mati ditembak dan orang-orang yang semula mengajak akhirnya ditangkap untuk mempertanggung jawabkan kelakuan yang sangat tidak bijak. Tidak ada satupun kalangan Islam yang mengutuk aksi barbar atas nama kehormatan membela agama ini, seolah-olah hal yang biasa saja bagi mereka bagaikan memotong kepala ikan di pasar tradisional alias pajak. Tetapi menjadi sebuah kehebohan ketika presiden Macron memberikan kata sambutan saat upacara pemakaman sang guru yang dianggap pahlawan dalam mengekspresikan kebebasan, yang keluar dari kotak. Lalu semua kalangan negara Islam seperti kebakaran bulu di pantat, mengecam pernyataannya yang berbuntut pemanggilan perwakilan duta-duta besar serta ajakan pemboikotan berbagai product.

Tidak jelas apa yang dilakukan oleh sang guru di dalam kelas, apakah dia memang sengaja menghina umat Islam, karena karikatur tersebut bukanlah hasil karyanya. Atau dia cuma ingin menunjukkan kepada para siswa, kalau ada karikatur yang tidak pantas untuk dipajang dengan mengatas namakan kebebasan tetapi menyinggung kepercayaan orang lain atau agama. Tidak ada juga keterangan dari pihak yang berwajib, apakah dia memang sengaja mencari perkara atau hanya menunjukkan sebuah contoh keteledoran sesuai dengan kurikulum mata pelajaran sekolah. Nasib tragis karena pandangan picik seorang teroris yang akhirnya membuat dia harus kehilangan nyawa dengan meninggalkan istri dan seorang putra berusia lima.

Paris selalu menjadi kota impian saya berikutnya setelah saya berhasil menjelajahi dua kota besar di Amerika, San Francisco dan New York. Ketika sempat menjejakkan kaki di sana beberapa tahun yang lalu, saya sudah berketetapan kalau suatu hari nanti saya akan tinggal di kota ini, ngejogrok. Yah.. mungkin hanya untuk sementara waktu saja, soalnya saya nga fasih-fasih banget bahasa Prancis, yang ada malah terlihat bengak bengok bagaikan orang begok. Tetapi kota ini telah menyihir saya untuk kembali, dan sebelum anjing saya BK berpulang, saya selalu membisikkan ditelinganya kalau suatu hari nanti saya akan ajak dia ke sana untuk menengok.

Sejarah pendudukan Prancis dalam rangka menguasai dunia sebelum perang dunia kedua, menyebabkan banjirnya negara ini dengan para imigrant dari Afrika dan juga timur tengah. Jutaan pengungsi atau pencari suaka datang dari berbagai belahan tersebut dan mendapat kehormatan untuk menjadi warga negara. Entah karena ada perjanjian commonwealth seperti hak istimewa rakyat daerah pendudukan kerajaan Britania Raya, atau mungkin juga rasa bersalah seperti perlakuan Amerika yang sangat baik terhadap pengungsi Vietnam setelah tahun 75. Dengan latar belakang kemiskinan dan kontrasnya perbedaan budaya yang mereka bawa, sekarang negara Prancis perlahan-lahan mereka bawa tenggelam ke dasar samudra.

Terus terang, saat saya berada di sana, ketakutan yang sangat adalah ketika menjumpai gerombolan mereka yang berkeliaran di jalanan kota. Ancaman kekerasan dan kemungkinan untuk kecopetan selalu menghantui sehingga semua uang disimpan di lipatan di dalam celana. Immigrant asal Marokko, Tunisia, Aljeria dan juga bersama dengan para refugee dari timur tengah yang membawa agama Islam ke sana, kebanyakan sepertinya bukan yang rahmatan lil alamin untuk kesejahteraan umat di seluruh dunia. Tetapi sebuah bentuk aliran garis keras, yang malah sekarang menuntut supaya hukum di Prancis mengikuti ajaran syariah.

Tabik.

B. Uster Kadrisson

Catatan :
Credo = paham