Home > Lain-lain > Yogurt..

Hari ini tanggal 27 Oktober tepat 75 tahun yang lalu, adalah hari di mana Stamen Gigov Grigorov meninggal dunia. Dia wafat tepat pada hari ulang tahunnya yang ke 67, di kota Sofia, di negara kelahirannya Bulgaria. Dan hari ini Google merayakan hari lahir sekaligus kematiannya dengan membuat sebuah karikatur atau doodle tentang dia. Dengan gambar dikelilingi berbagai pot dengan bahan makanan yang tersebar serta sedang memegang sendok besar, apakah dia seorang chef yang ternama?

Ternyata bukan, Stamen Grigorov adalah orang yang membuka tabir kalau ternyata ada bakteri yang bekerja dibelakang proses pembuatan yogurt yang telah menjadi konsumsi di berbagai belahan dunia. Saat itu sekitar awal abad ke 20, di Eropah yogurt memang sedang ramai dipromosikan sebagai makanan tambahan untuk kesehatan dan dessert untuk penggugah selera. Apalagi negara Bulgaria sejak ratusan bahkan ribuan tahun yang silam memang sudah terkenal dengan yogurt yang lezat yang tiada dua. Hampir jamak dan setiap keluarga secara turun temurun mempunyai resep tersendiri dan merupakan hal yang biasa dalam kehidupan rumah tangga.

Ketika Stamen Grigorov harus pergi ke Geneva, Swiss untuk menjadi asisten peneliti di sebuah fakultas kedokteran, istrinya membekali dengan semangkok besar yogurt buatan sendiri. Karena memang bidangnya sebagai microbiologist, iseng-iseng dia meletakkan sedikit yogurt tersebut di atas kaca slide dan melihatnya di bawah mikroskop, hanya karena curiosity. Terkejut dia sewaktu melihat ada sekumpulan bakteri non pathogen yang menjadi massa terbesar dari makanan yang langsung dia kenali. Jenis Lactobacillus yang menyebabkan proses fermentasi ini kemudian diberi nama tambahan bulgaricus, sesuai dengan asal negara kelahiran Stamen Grigorov untuk menghormati.

Yogurt sudah menjadi salah satu menu makanan sehari-hari sejak 5000 tahun yang lalu, terutama di daerah Mesopotamia. Dihasilkan dari proses fermentasi susu dengan menggunakan ingredient tertentu yang berkembang dan menyebar dengan pesat khusus di daerah Euroasia. Yaitu daerah luas yang meliputi Eropah timur hingga ke Asia tengah dan juga India bagian utara. Hingga sekarang yang menjadi trade mark adalah Greek Yogurt asal Yunani dan orang India selalu menghadirkan yogurt yang dingin dalam menu makanan mereka sebagai penawar rasa pedas akibat rempah-rempah.

Proses pembuatan yogurt bermacam-macam caranya tergantung asal negara dan jenis bakteri yang digunakan. Juga tergantung dari asal susu yang menjadi media semisal dari sapi, kerbau, kambing atau yak yaitu sejenis lembu besar di dataran Tibet, sehingga menghasilkan tekstur dan rasa yang berlainan. Juga sangat menentukan apakah susu tersebut dimasak terlebih dahulu setengah matang yang disebut dengan pasteurisasi atau dibiarkan mentah tanpa pengawetan. Dan biasanya dicampur dengan madu atau rempah-rempah yang ditemui secara lokal untuk menambah rasa dan bau untuk menetralisir rasa asam yang dihasilkan.

Di Indonesia, ada makanan tradisi di Minang yang disebut dengan ‘dadiah’ yang mendekati ke arah yogurt, yang dibuat dari susu kerbau. Sedangkan minuman yakult yang menggunakan Lactobacillus paracasei yang merupakan produk dari Jepang, bisa disebut sebagai yogurt galau. Jika cairan ini dimasukkan ke dalam mesin pengolah khusus bisa menjadi frozen yogurt dan beberapa tahun yang lalu, di Amerika sangat booming sampai tokonya bisa berdiri saling bersebelahan dan sangat laris dengan fans yang ketagihan bagaikan orang sakau. Sebenarnya yogurt memberikan nilai bagi kesehatan jika dimakan apa adanya, tetapi publik Amerika tidak suka dengan menu yang tanpa rasa, sehingga diberi pemanis dengan segala macam candy dan tambahan aksesori yang membuat kadar gizinya menjadi semakin kacau.

Walaupun banyak jenis bacteri yang digunakan dalam industri pembuatan yogurt, jenis Lactobacillus bulgaricus adalah yang terbaik menurut para ilmuwan. Bacteri ini biasanya hidup di daratan Eropah Timur khususnya di negara Bulgaria di mana menurut penelitian, usia mereka rata-rata memang cukup panjang. Sesaat sebelum perang dunia kedua, pemerintah Bulgaria mencari secara door to door jenis bakteri terbaik dan kemudian dipatentkan serta diternakkan. Hingga sekarang bakteri tersebut menjadi komoditi ekspor negara Bulgaria dan dijaga dengan penanganan secara profesional yang berkesinambungan.

Nama yogurt diadaptasi dari bahasa Turki, karena mereka yang mencatat dalam sejarah akan perkembangan. Pernah raja Prancis, Francis I menderita diare yang berkepanjangan dan tidak ada satupun dokter kerajaan yang mampu dan bisa menyembuhkan. Suleiman yang Agung dari kerajaan Ottoman kemudian mengirimkan utusan seorang tabib yang memberikan resep berupa makanan. Dengan mengkonsumsi yogurt secara teratur, sang raja kemudian sembuh dari penyakit tahunan akibat radang pencernaan.

Lactobacillus atau jenis bacteria lain yang terdapat di dalam yogurt dipercaya sebagai kuman baik yang akan bisa membantu proses digestasi. Karena kadang mereka tidak terdapat secara alamiah di dalam tubuh sehingga perlu secara rutin untuk dikonsumsi. Di Amerika, pada tahun 50an yogurt kemudian menjadi sebuah trend yang harus diikuti supaya bisa dikatakan sebagai manusia yang terkini. Saking percayanya kalau bakteri tersebut sangat baik untuk kesehatan, yogurt tidak hanya tersedia dalam bentuk makanan atau tablet tetapi juga dalam bentuk enema alias dimasukkan dari jalur belakang supaya lebih cepat bereaksi.

Tabik.

 

B. Uster Kadrisson