Home > Lain-lain > BUK Squad Foundation..

 

Saya menulis ‘Tidak perlu kau tahu..’ sekitar seminggu yang lalu tentang kebiasaan warga +62 yang selalu sok pintar kalau dalam soal mengurusin donasi orang lain. Sejak itu saya banyak sekali mendapatkan japrian yang meminta tolong untuk membantu ini dan itu, sampai ada yang bermaksud untuk berjualan kain. Bukan saya tidak mau menolong, tetapi saya tidak kenal sama sekali walaupun terlihat mempunyai jaringan pertemanan dengan saya, tetapi maklum jumlah di friendlist banyaknya bukan main. Maaf kalau saya yang lupa, tetapi saya tidak pernah melihat mereka menyapa, memberikan komentar dan berinteraksi dengan sesama, sehingga hanya bisa berkata kalau saya turut prihatin.

Ketika saya mulai menulis dua tahun yang lalu, saya tidak menyangka kalau akun ini akan berkembang menjadi sebuah grup yang sesuai dengan platform Facebook yaitu untuk merangkul persahabatan. Saya rasa belum ada sebuah akun pribadi di FB yang anggotanya kemudian berinteraksi satu sama lain dan membentuk club of fans. Teman-teman ini menyebutnya BUK Squad, dan saya sendiri yang mengangkat dan menunjuk mbak Uma Sarwono yang kecil imut sebagai kepala preman. Ada WAG yang dibentuk untuk berkomunikasi dan bertukar pikiran serta ngegossip atau sering juga berantem, karena saya tidak ikutan di dalamnya tetapi selalu mendapatkan laporan.

Anggota-anggota grup BUK Squad ini sering bertemu, berjumpa atau bertamu dan hingga mengadakan family gathering yang ruaeeme banget di Solo. Ada rencana untuk mengadakan hal yang sama tahun ini untuk wilayah Sumatra tetapi terhalang kendala wabah, mungkin tahun depan kalau bencana telah berlalu, insha Allah. Mungkin mak Ifani Ifani yang mempunyai pemikiran yang sama dengan saya karena sering mengadakan pertemuan dalam acara yang beliau sangat suka, apalagi kalau bukan makan-makan, yang heran timbangan badannya sepertinya nga naik-naik barang satu atau dua kilo. Dan juga ada satu kelompok yang cukup phenomenal tetapi sering saya mendapatkan mantan anggota lama yang memaki-maki, kabarnya urusan penggelapan uang dan pelecehan, yaitu Diskusi Bersama Babo.

Ketika berbincang-bincang dengan beberapa orang teman-teman mereka menyarankan supaya saya mulai mengatur dan mengerem hasrat untuk membantu orang tanpa verifikasi. Karena selama ini, semua yang saya keluarkan tanpa pernah tahu akan ada hasilnya dan investasi tidak pernah kembali. Menurut ibu, kelakuan seperti ini menurun dari almarhum ayah yang juga acap sekali menolong orang tanpa pernah mengharapkan pamrih. Kadang susah menghilangkannya, karena melihat orang bahagia dan tersenyum itu seperti ketagihan candu yang sudah menjadi sebuah adiksi.

Adik laki-laki saya yang paling kecil juga mempunyai dorongan yang sama seperti saya, dan dia mempunyai sebuah yayasan untuk amal jariah. Anak angkatnya adalah seorang bayi merah yang dibuang oleh orangtuanya dan diketemukan sedang menangis di tengah sawah. Saat bertemu kembali dengan seorang teman SMP yang cacat kedua kaki karena kecelakaan lalu lintas, dia membelikan sebuah sepeda motor yang dimodifikasi dan membukakan percetakan dan sablonan sebagai usaha. Ketika sang teman datang berhari raya bersama keluarganya dan bersimpuh di kaki ibu, it’s priceless.. tanpa perlu ada kata-kata.

Di sini saya mengumumkan sedang membentuk BUK Squad Foundation, yang bertujuan untuk membantu teman-teman yang ingin menambah penghasilan keluarga dengan membuka sebuah usaha. Saya hanya sebagai donatur dan sama sekali tidak menyentuh urusan keuangan, karena ada team yang mengelola yang terdiri dari rombongan emak-emak cantik mbak Uma Sarwono, Tin Martini, Hanoy Hnie, Yusdeli Aimei, Hanna Laksono dan Imam Ghozali seorang bapak yang gagah. Bergabunglah ke WAG BUK Squad, dengan memberikan donasi wajib 10ribu perbulan dan bantuan ala kadarnya, silahkan bersilaturahmi dan say hello sekali dua. Dengan pinjaman usaha yang lunak tanpa bunga dan sudah ada tiga teman yang terverifikasi dan akan segera diberi bantuan untuk sementara.

Ide-ide untuk berusaha mungkin bisa bertanya dan melihat hasil kerja nyata dari mbak Louise Wulandari, Vincentia Anna, Vicera Cbo Ninik, Indi Mela, Amy Sukmana yang keren dan oke punya. Jika ada ide lain silahkan berbagi di WAG, jangan hanya pada sibuk ngerumpi ngomongin tentang saya saja. Lah, masbro ini gimana sih.. para anggota disuruh bertemu dan berjumpa sedangkan dia sendiri ngumpet nga ketahuan cuma ada photo yang dipajang sedang bertelanjang dada. Yah.. saya ini hanya mencoba untuk berlagak misterius seperti Batman, Spiderman atau mungkin juga Superman, tetapi yang sempaknya ada dipakai di dalam celana.

Tabik.

B. Uster Kadrisson
Catatan :
WAG : hubungi mbak Uma Sarwono lewat messenger.
Rekening BUK SQuad Foundation :
Bank Mandiri…
133-00-1856615-8
a/n mbakTin Martini
(Jika ada mantemanteman yang ingin berpartisipasi diterima dengan tangan terbuka).