Home > Lain-lain > Early voting..

Berbeda dengan di Indonesia, proses pemberian suara pada pemilu di Amerika berlangsung sedikit lebih lama. Walaupun hari pemungutan suara yang resmi telah ditetapkan tanggal 3 November nanti, yang jatuh pada hari selasa. Tetapi para pemilih sudah bisa memberikan hak suara jauh-jauh hari dari tanggal tersebut karena kemungkinan banyak yang mempunyai kesibukan yang lain pada hari yang istimewa. Sehingga tidak bisa untuk datang ke TPS yang telah ditentukan tepat pada waktunya.

Disebut early voting dan untuk negara bagian New York telah dimulai sejak hari Sabtu yang kemarin. Setiap negara bagian bisa menentukan kapan jadwal masing-masing sesuai dengan kondisi yang kadang memberikan suasana prihatin. Karena pemilu selalu berlangsung pada saat musim dingin telah dimulai sehingga harus diperhitungkan akan perubahan cuaca yang ekstrim seperti kemungkinan badai salju serta kencangnya terpaan angin. Yang paling lama adalah negara bagian Alabama yang sudah dimulai sejak satu setengah bulan sebelum hari H, sedang Oklahoma mempunyai jadwal yang paling singkat karena hanya ada beberapa hari saja yang diberi izin.

Apalagi di negara-negara bagian yang terletak di tengah benua Amerika yang penduduknya kebanyakan hidup dari bertani, mereka mempunyai tanah yang sangat luas dan jauh dari komuniti. Sehingga harus pergi ke kota kecil terdekat untuk sekedar memberikan suara, karena tidak ada sistem door to door yang akan mendatangi. Pilihan lain adalah memberikan suara melalui sistem postal, yang disebut dengan absentee. Rakyat Amerika sangat percaya dengan postal service yang jujur sehingga kekhawatiran akan adanya vote tampering atau usaha licik untuk merubah jumlah suara bisa dikurangi.

Karena masa kampanye belum selesai sehingga kadang masih bisa ditemui para simpatisan salah satu kandidat yang berada di dekat tempat pemungutan. Mereka bergerombolan di pinggir jalan dan memberikan brosur dan selebaran tentang kandidat yang diusung dan mengharapkan akan ada perubahan. Tetapi rakyat Amerika biasanya dari jauh-jauh hari sudah menetapkan dan menentukan siapa yang akan menjadi pilihan. Hanya ada beberapa orang-orang di negara bagian tertentu yang disebut dengan swing voter yang masih bengak bengok tidak menentu dan plin plan.

Petugas di TPS saya, rata-rata sudah berusia 60 tahun ke atas dan sangat telaten dalam memberikan petunjuk. Mereka meneliti setiap kartu identitas lebih dari satu orang dan selalu ada buku panduan sebagai tempat merujuk. Ada berbagai interpreter bahasa yang bertindak sebagai penterjemah jika ada pemilih yang tidak tahu, dan semuanya nenek-nenek yang sudah bungkuk. Setelah pendaftaran yang menggunakan sistem komputerisasi selesai, seorang lain memberikan ballot atau kertas suara yang panjang dan menyuruh saya ke bilik suara yang telah ditunjuk.

Dalam pemilu kali ini untuk daerah New York yang dipilih adalah presiden dan senator serta beberapa orang hakim tinggi. Masing-masing negara bagian berbeda-beda karena walaupun masa kerja wakil-wakil rakyat di DPR sama panjang 6 tahun, tetapi mereka memulai waktu kerja tidak sama, kira-kira ada sepertiga yang setiap dua tahun secara bergiliran yang harus diganti. Demikian juga dengan calon kandidat presiden yang berbeda jumlahnya, seperti nama Kanye West yang ada tercantum di lima negara bagian, ah untung dia tidak ada di sini. Karena selain dua partai besar Democrats dan Republicans yang keras bertarung masih ada partai Green, Independent, yang masing-masing mencalonkan presiden dari kalangan sendiri.

Kertas suara diisi dengan cara menghitamkan kolom di samping nama yang akan dipilih dan kemudian ada mesin yang akan menyimpan kertas untuk nanti sebagai barang bukti serta membaca isian. Walaupun tidak ada keharusan untuk menghitung dan melaporkan pada hari yang telah ditentukan, tetapi kubu Republicans sekarang sedang ribut supaya negara bagian tertentu tidak boleh melaporkan hasil sementara dalam perhitungan. Karena akan berpengaruh besar sebab polling sang kandidat sedang terjun bebas dan sudah ada issue yang berkembang kalau ada negara lain yang sedang mencoba-coba untuk kembali bermain seperti pemilu 4 tahun yang lalu, yaitu Rusia dan Iran. Sangat mengherankan, negara sekuat Amerika bisa dipermainkan oleh negara lain sehingga terpilihnya presiden dakocan yang menjadi bahan tertawaan.

Tabik.

B. Uster Kadrisson