Home > Lain-lain > Porn Industry..

Saat itu saya sedang berada di San Francisco, menunggu kepastian akan ijin perpanjangan visa yang belum juga keluar. Uang persediaan sudah semakin menipis karena banyak sekali persyaratan yang harus dibayar. Karena sistem imigrasi Amerika yang semakin ketat sejak terjadinya aksi teroris yang menyebabkan runtuhnya WTC, dua menara kembar. Setiap kali datang ke kantor imigrasi, selalu harus melalui berbagai pemeriksaan yang super extreme dengan hati yang berdebar-debar.

Jika tidak ada kerjaan lain, saya sibuk menelusuri iklan yang ada terdapat di berbagai koran lokal gratisan. Tetapi susah untuk mencari pekerjaan karena mereka selalu membuka kesempatan bagi yang sudah berpengalaman. Selain itu surat-surat resmi dari jawatan ketenagakerjaan termasuk yang juga harus wajib untuk dilampirkan. Saya tidak banyak menemukan adanya sebuah lowongan yang bisa dibayar di bawah tangan.

Mata saya tertuju kepada sebuah iklan yang lumayan sedang besarnya dengan judul ‘wanted exotics man for a model’. Katanya sebuah biro iklan sedang memerlukan figuran orang-orang yang berwarna kulit bukan putih atau hitam untuk menjadi body double. Saya nga mengerti dengan istilah tersebut tetapi mereka katanya tidak butuh pengalaman yang penting tidak kaku di depan kamera dan bisa berlaku supel. Dan juga tidak dibutuhkan surat-suratan, ah.. boleh juga untuk dijajal siapa tahu nasib baik untuk memperoleh uang guna membeli perkedel.

Saya pergi ke alamat yang diberi, berupa warehouse atau bangunan berupa gudang-gudang lebar dan panjang. Di daerah yang termasuk jauh dari permukiman dan sedikit seram sebenarnya tetapi ada banyak orang yang berlalu lalang. Ada beberapa truk-truk trailer seperti yang pernah saya lihat di dalam film-film, sepertinya tempat beristirahat para-para bintang. Wah.. kalau saya jadi dicasting, apa nanti kata dunia, kalau ada orang awak yang menjadi artis kondang.

Saya diminta untuk menanggalkan pakaian seluruhnya dan berpose berdiri biasa saja dan ini bukan pertama kalinya saya telanjang di depan banyak orang. Saya sudah terbiasa mandi bugil bersama puluhan orang di kamar bilas yang sangat besar dengan pancuran di YMCA sehabis olahraga berenang. Ada dua kali saya juga pernah menjadi model yang cuma berbalut seutas kain di sebuah kelas untuk melukis di sekolah seni yang cukup terkenal di SF, di depan puluhan siswa yang serius dan tekun menggambar lekuk badan. Walaupun bayaran perjamnya cukup lumayan, tetapi saya masuk angin dan sakit beberapa hari setelahnya karena AC yang terlalu dingin di dalam ruangan.

Saya tidak malu untuk bugil di depan orang, karena badan saya cukup bagus dan ada sepasang sayap karena sering berenang. Selain itu onderdil asli Indonesia yang tidak bikin malu kalau sekedar hanya untuk berdiri tegak sekedar nampang. Tapi saat pengambilan photo itu saya sudah menduga-duga dalam hati kalau ini adalah sebuah porn industry yang di negara bagian California memang sangat banyak bertebaran. Ketika saya dibawa ke sebuah ruangan untuk mengambil sample video dengan seorang model wanita yang topless di atas ranjang, disitulah langkah saya berhenti dan bilang kalau saya akan berpikir ulang.

Porn Industry di Amerika merupakan salah satu bisnis bernilai trilyunan yang cukup menggiurkan dengan banyak memberikan devisa alias uang masuk bagi negara. Pajak penjualan dari ribuan film yang diproduksi setiap tahun dengan harga satuan DVD yang sangat mahal, bisa dua atau tiga kali lipat dari pada film yang biasa. Dengan hukum yang sangat longgar dan termasuk ke dalam kategori adult entertainment dengan ratusan porn magazine, apalagi sekarang dengan online membership yang sangat murah dan bisa mencakup puluhan juta pengguna dari seluruh dunia. Dan biasanya mereka mempunyai proteksi yang canggih sehingga film tidak bisa download, walaupun banyak yang beredar di internet tetapi itu kelas rendahan dan bukan yang berkualitas prima.

Setengah dari penghuni hotel bintang lima seperti Hilton, Sheraton, Hyatt, dipastikan akan menonton film porno yang memang ada dalam menu di layar tv dengan hanya satu klik remote control saja. Mereka selalu menyediakan dengan kategori klasik dan yang terbaru, disertai dengan beberapa kondom yang tersedia di dalam laci meja yang bersebelahan dengan Alkitab yang juga ada di sana. Ratusan ribu situs-situs porno yang ada di internet, biasanya menagih dengan nama perusahaan yang ‘sopan’ yang akan tertera dalam statement bulanan dari kartu kredit seperti Mastercard atau Visa. Sedangkan pengiriman majalah via pos biasanya dengan sampul yang benar-benar tertutup rapat dan alamat pengirim yang disamarkan, supaya tidak membuat kepo para tetangga.

Sangat mudah untuk menjadi model di dalam porn industry di California karena ada ratusan rumah produksi yang tidak membutuhkan pengalaman yang khusus dan permintaan sangat membludak. Amerika sangat menentang child pornography dengan hukuman yang sangat berat, sehingga harus ada bukti yang resmi saat remaja-remaja yang sudah berusia 18 tahun ketika mau untuk menjadi model, apalagi karena uang yang dijanjikan cukup menarik dan lumayan banyak. Bagi mereka ini hanya bagian dari kerjaan sampingan atau batu loncatan sebelum nanti benar-benar menjadi orang, bahkan Arnold Schwarzenegger saja pernah menjadi model untuk majalah gay, yang saat itu umum dijumpai dan berserak. Beberapa dari mereka akhirnya berhasil menjadi artis papan atas seperti Cameron Diaz, Matt Leblanc, Sylvester Stallone, dan kemudian mati-matian untuk menguasai hak siar video porno yang pernah mereka buat saat masih belum layak.

Ada dua artis film porno asal Indonesia yang merupakan kakak beradik yang pernah saya tahu dan mereka lumayan banyak membintangi film, sekitar 20 tahun yang lalu. Kadang kagum dengan dedikasi mereka yang benar-benar mencurahkan kemampuan diri karena memang tidak mudah untuk konsentrasi di depan kamera dengan lampu panas yang kontras dengan dinginnya mesin pengatur suhu. Saya saja yang baru beberapa jam duduk diam telanjang untuk menjadi model lukisan, sudah banyak sekali cengkunek dan mengeluh. Ada seorang bintang porno pria di Amerika yang lumayan cukup terkenal dan mempunyai keluarga yang bahagia dengan anak dan istri, dan herannya dia terkenal sebagai bintang porno untuk film gay, bagi dia hanya merupakan bagian dari sebuah pekerjaan, tidak lebih dari itu.

Tabik.

B. Uster Kadrisson

Catatan :
Otot sayap = Latissimus dorsi.
Cengkunek = unek-unek