Home > Lain-lain > Folback..

Akhirnya cuitan saya direspond juga oleh El Diablo @digeeembokFC, setelah tulisan saya digeser ke lapaknya. Walaupun bang El tidak menerima tawaran saya, yang mengerikan adalah komentar orang-orang di sana yang sepertinya tidak pernah makan bangku sekolah. Penyakit paranoia yang membuat bawaan followernya selalu merasa curiga, rasanya memang wajar untuk sekelas dia yang sedang dicari-cari oleh para kelompok pecundang se Indonesia. Dan seperti biasa ada yang memberikan usulan untuk memberikan sumbangan ke panti asuhan, duh.. nga usah dibilangin ayyy mah sudah sering dan pernah.

Sehingga niat baik saya malah dicurigain sebagai cara untuk membuka topeng sang anonymous yang legend habis. Padahal saya sendiri juga berondok di balik bayang-bayang BK, almarhum anjing saya yang sangat ganteng dan manis. Soalnya akun @podoradong yang suka menyebarkan hoax baru saja digeruduk dan celana sang admin tersingkap, yaitu akun yang selama ini menjadi sang nemesis. Sehingga wajar jika ada kecurigaan kalau akan terjadi usaha-usaha untuk melakukan hal yang sama terhadap akun El Diablo sebagai balas dendam, yo.. uwis.

Sejak saya membuka akun Twitter dan Instagram dua tahun yang lalu, sangat jarang saya melakukan aktivitas di kedua sosial media tersebut. Minimnya jumlah karakter yang diperbolehkan membuat saya tidak bisa menulis panjang dan lebar dengan segala macam atribut. Dengan hanya 280 karakter huruf, bagi saya ibarat mau makan baru hanya menyuap dan cuma sampai ke mulut. Tetapi herannya hanya 1 persen dari pengguna di seluruh dunia yang menggunakannya sampai maksimal, selebihnya kebanyakan hanya cuitan pendek yang untuk memaki-maki serta bikin ribut.

Admin Twitter di Indonesia memang kadang-kadang tidak jelas kerjaannya karena sering meloloskan cuitan yang kontroversial dan hoax. Dulu saya sering membalas cuitan si ustad dengkul yang suka bikin fitnah serta ngomong seenak udelnya dan asal ngejeplak. Saya pernah bilangin kalau suatu hari nanti dia akan masuk penjara gara-gara permainan jari-jarinya yang kelihatannya sudah membengkak. Eh saya malah diblock sehingga tidak bisa ngeten-ngeten lagi di lapaknya, kejam kalipun.. apa coba salah awak.

Di Amerika, sekelas presiden Trump saja bisa diblock oleh mereka jika tulisan atau cuitan tidak sesuai dengan kaidah yang berlaku atau melanggar peraturan. Apalagi si Oyen, sejak ketularan Covid-19 belakangan ini emang agak rada-rada ada kelainan mental dan bisa ngetuit puluhan kali sepanjang harian. Kerjaannya cuma ngedumel dan mendiskreditkan para media dan orang-orang yang tidak sealiran. Soalnya dia lagi blingsatan karena rating popularitasnya terus menurun drastis, apalagi sekarang hampir menjelang hari pemilihan.

Setelah dibalas oleh El Diablo dan diretweet ratusan kali, follower saya meningkat tiga kali lipat dari yang tadinya kurang dari seperak. Karena saya nga mengikutin atau nge-follow siapa-siapa, sehingga ada beberapa akun yang minta untuk difolback. Maaf bukannya merendahkan, tetapi saya tidak melihat ada manfaatnya karena mereka tidak pernah menuliskan apa-apa yang bermanfaat bagi masyarakat banyak. Following orang-orang tertentu atau selebriti yang sedang menanjak juga tidak ada untungnya kalau yang diposting cuma omongan tidak menentu dan seperti kotoran yang berserak dan berselemak.

Kadang saya juga heran, entah apa gunanya follower yang banyak ketika sebuah cuitan tidak ada yang memperhatikan, seperti tidak ada yang bermain ke lapak. Masak dari ratusan ribu follower yang ada tak satupun yang memberikan tanda like, seperti Twitteran si tante Marissa Haque. Memang kalau dilihat dari apa yang dia tuliskan, kebanyakan nirfaedah padahal katanya udah sekolah tinggi sampai S3 tetapi kenyataannya seperti nga punya otak. Walaupun otaknya rada soak tetapi dia masih cantik saja, sama juga seperti sang mantan Christine Panjaitan.. eh jangan-jangan emang betul kalau minyak Ikang itu mengandung protein dan asam amino Omega3 yang banyak.

Tabik.

B. Uster Kadrisson

Catatan : Berondok = bersembunyi, Ngeten = ngintil, Seperak = seratus (Medan slank)