Home > Lain-lain > Mengejar Deadline..

Tidak seperti biasanya tahun ini issue PKI datang lebih awal di akhir bulan Mei, bukan layaknya bagaikan tahun yang sudah-sudah. Banyak kelompok-kelompok yang telah mengadakan upacara ritual yaitu melakukan pembakaran bendera berlambang palu arit yang berwarna merah. Entah dari mana mereka mendapat bendera tersebut, yang pasti hanya pentolan gerombolan tersebut yang tahu beserta dengan Allah. Sepertinya mereka memang mempunyai stok lumayan banyak yang disimpan di gudang sendiri dan dikeluarkan ketika diperlukan untuk berdemo saat ada orderan untuk menggoyah.

Jika melihat ke belakang dalam kurun waktu sejak masa setelah tumbangnya orde baru, issue basi ini baru muncul kembali sejak beberapa tahun yang lalu saja. Dimulai dari awal masa kampanye pemilihan presiden tahun 2014 yang silam untuk mendiskreditkan kandidat ayahanda Jokowi yang mempunyai nomer urut dua. Saat itu terjadi berbagai cara politik yang sangat kotor dalam catatan sejarah negara Indonesia yang dilakukan oleh kaum dari warung sebelah. Dan berita imajinasi tentang keterlibatan beliau yang dilancarkan secara membabi dan mengonta buta itu sampai sekarang masih terpatri di dalam kepala orang-orang yang memang berotak lemah.

Yang anehnya issue ini tidak pernah muncul saat masa pemerintahan jenderal baperan atau ketika ayahanda Jokowi menjadi walikota Solo atau gubernur di ibukota. Saat itu beliau dielu-elukan dan disanjung serta didukung oleh partai PKS, PAN dan juga Gerindra. Ketika ternyata kemudian beliau tidak bisa disetir dan diatur sebagaimana skenario yang mereka harapkan sejak semula yang akhirnya membuat mereka marah-marah. Kini partai-partai tersebut dengan segenap fanboys dan cheerleaders-nya selalu sibuk mencela apa saja yang beliau katakan dan lakukan demi kemakmuran anak bangsa.

Saya pernah menulis sekitar satu bulan yang lalu tentang sebuah penelitian yang memprediksi kalau wabah ceceu’ Coronah di Indonesia akan melandai di pertengahan Juni. Dan sekarang, pemerintah sudah akan memulai untuk membuka kembali pintu PSBB yang tadinya sedikit terkunci. Dengan dikeluarkannya pasukan TNI dari barak dan diharapkan akan ada pengawasan yang ketat dalam menjalankan gaya kehidupan ‘New Normal’ demi menggerakkan kembali roda ekonomi. Sehingga issue-issue yang selama ini digunakan untuk menggoyang pemerintah yang seolah tidak becus menangani bencana pandemi akan semakin menjadi basi.

Karena melihat hingga sampai kini ayahanda Jokowi masih bisa berdiri tegak, membuat banyak kalangan yang merasa seperti terbakar kangcut di bagian bawah. Semua mereka berkumpul bermufakat untuk menggoyang dan menggempur dari berbagai sisi dengan narasi PKI yang sudah sangat kadaluarsa. Didalangi oleh partai sapi dengan latar belakang Ha-Te-I, wongso Cikeas, mantan wapres yang nga tahu diri, para kelompok mafia serta apalagi kalau bukan anak-anak dari klan Cendana. Sungguh laknat mereka-mereka ini yang mencoba menjatuhkan pemerintahan yang sah dikala sedang berjuang menghadapi bencana dan musibah, semoga ganjarannya bagi mereka adalah nyala api di neraka.

Seperti para pekerja serabutan yang mengejar deadline, mereka berusaha untuk berlari di depan mendahului sebelum wabah menjadi sirna. Karena jika masa ini -insha Allah- bisa kita lalui, popularitas ayahanda Jokowi makin akan berada di peringkat atas klasemen utama. Sehingga issue basi yang seharusnya dirayakan setiap akhir September mau tidak mau ditarik maju dengan menggunakan segala cara. Sangat menjijikkan, bagaikan melihat pemandangan di padang savanna Afrika saat sekelompok burung vulture yang terbang mengitari mangsa dan berebutan dengan Hyena.

Padahal wacana komunis atau PKI ini sudah dinyatakan mati sejak tahun 1966 dan menjadi ideologi yang usang di berbagai belahan dunia. Saat ini hanya ada beberapa negara saja yang masih memegang teguh seperti Vietnam, Cuba dan Korea Utara. Di negara China hanya menjadi sebagai nama partai politik sedangkan pelaksanaannya sendiri lebih liberal dari pada negara Amerika. Rusia yang dulu menjadi pelopor dan pengusung nomer satu, sekarang sudah total melepaskan diri seutuhnya.

Sampai sekarang, cerita yang sebenarnya tentang pemberontakan Partai Komunis di Indonesia masih belang belonteng karena banyak ditemukan fakta-fakta baru yang ternyata jauh berbeda. Jari telunjuk yang dulu diarahkan kepada presiden Soekarno, perlahan-lahan bergeser ke arah sang Jendral Soeharto yang terkenal dengan senyumnya sebagai dalang dibalik kisah cerita. 32 tahun sesudah berhasil mengkudeta, dia beserta kroni dan keluarga besar berpesta pora mengeruk kekayaan alam tanah persada. Dan herannya sekarang ada anak yang baru lahir kemaren petang bisa menulis dalam statusnya kalau merindukan kehidupan di jaman Orba.

Tabik.

B. Uster Kadrisson

Catatan *) http://busterkadrisson.com/2020/04/29/cleander-yang-diseret-seret/