Home > Tokoh > Mas Nanu..

Saya nga punya banyak bintang film yang menjadi idola, bisa dihitung dengan jari-jari di kedua belah tangan. Saya lebih memilih kearah sutradara favorite, sehingga saya tidak terlalu perduli siapa yang akan menjadi jagoan. Karena saya akan tahu kalau karyanya yang menjadi alasan saya untuk datang ke bioskop menonton pementasan. Siapapun pemeran yang bermain pasti akan memberikan penampilan yang terbaik bagi sang sutradara kenamaan.

Tapi dari sekian banyak bintang film Hollywood yang bertebaran dan berjumlah puluhan ribuan. Ada beberapa yang saya kagumi karena dedikasinya ke bidang seni bukan semata-mata mengharapkan ketenaran. Yang lainnya karena gaya hidupnya yang ‘down to earth’ dan mereka yang menggunakan nama bekennya untuk membantu sisi-sisi kemanusiaan. Mendirikan yayasan membantu melawan kanker, bersuara terhadap kezoliman yang menyebabkan perang dan kemiskinan serta ikut menjaga kelestarian alam dan lingkungan.

Mas Nanu adalah salah satu aktor dari sedikit yang saya kagumi, perjalanan karirnya saya ikuti dari mulai dini. Hampir semua filmnya telah saya tonton dan koleksi dan kerendahan hatinya yang membuat saya angkat topi. Masih jelas teringat saat film Speed beredar, promosi dari mulut ke mulut dengan cepat menyebar. Mengabarkan kalau film ini wajib tonton dan dijamin tidak akan menyesal, selain itu para pemainnya yang cakep juga sangat menjual.

Saat itu saya lagi nakal dan pasang dobel cemceman sekaligus, sehingga sedikit bingung karena dua-duanya mengajak nonton pada weekend yang sama sebelum film dihapus. Berbagai cara dilakukan supaya nga ketahuan dan agar semua rencana bisa terlaksana dengan mulus. Akhirnya dengan yang satu nonton agak sorean dan buru-buru kabur pulang dengan berbagai alasan akal bulus. Yang satu lagi diajak untuk nonton acara midnight dengan alasan karena masih ada sesuatu yang harus diurus.

Saat menonton film yang kedua kali saya memasang tampang berpura-pura seperti belum pernah menontonnya sama sekali. Sehingga saya bisa menikmati setiap adegan seru dan melihat semua detail dengan lebih teliti. Besoknya saya ketukang cukur untuk minta dipangkas cepak kayak mas Nanu, bergaya pangkas anggota ABRI. Akhirnya kemudian saya kembali menonton film itu berulang-ulang ada sekitar lima kali.

Saat film Matrix beredar, wuadduh… hape Nokia pisang segera menjadi rebutan. Gaya mas Nanu yang mengelakkan peluru dengan meliuk-liukkan badan menjadi adegan yang tidak pernah terlupakan. Dengan dua lanjutannya yang membuatnya menjadi trilogy semakin mengukuhkan namanya di bidang entertainment. Namanya melesat dan masuk dalam kategori bintang film yang menjual dan patut untuk diperhitungkan.

Nama lengkapnya Keanu Charles Reeves, yang diambil dari bahasa Hawaii yang artinya angin berhembus diatas bukit. Terlahir dari keluarga gado-gado keturunan Inggris, China, Hawaii, Portugis, Irlandia saat ibunya sedang berkerja di Beirut. Mas Nanu mengalami banyak kepahitan dimasa mudanya yang membuat dia menjadi begitu humble dan menghargai sesama serta menjauhi glamournya dunia. Ditinggal pergi oleh bapaknya, kematian teman dekat karena overdosis, pacar yang keguguran dan kemudian mati tabrakan karena mabuk serta adik kesayangan yang melawan leukemia.

Berbeda dengan artis-artis lain kebanyakan, sangat jarang melihat mas Nanu tampil di luaran sehingga tidak banyak gossip yang membicarakan. Sering terlihat berpergian dengan kereta bawah tanah dengan dandan biasa-biasa saja tanpa ada pengawalan. Teman saya pernah melihatnya sekali dan orang-orang banyak yang tidak mengenali. Kalaupun ada yang tahu memilih untuk tidak mengganggu sebagai menjaga hak privacy.

Baru saja menonton John Wick ketiga, film yang biasa saja dengan koreografi berantem yang tidak terlalu istimewa dan saya cuma menonton karena mas Nanu bintangnya. Selain itu karena settingnya di New York, sehingga saya tahu persis letak semua lokasi pembuatannya. Apalagi ditambah dengan adanya bumbu bahasa Indonesia disertai penampilan dua jagoan dari Nusantara. Dan sepertinya akan ada lanjutan ke empat, dan mas-mas berdua itu akan ikutan lagi, karena perannya dibiarkan lepas pergi dan masih diberi nyawa.

Terus terang sebagai seorang yang suka menonton film, saya menilai akting mas Nanu belakangan biasa-biasa saja, cenderung datar. Dari semua filmnya, kecuali film konyol di awal karirnya, jarang sekali melihat dia menangis atau tertawa lebar. Duet dia dengan Sandra Bullock dalam film Speed banyak diapresiasi dan para fans ingin melihat mereka berdua tampil lagi di layar besar. Setelah belasan tahun, akhirnya mereka bertemu kembali dalam film romantic Lake House, tentang dua manusia berbeda jaman yang terhubung lewat kotak surat yang magical.

Selain terkenal dengan genre action trilogy Matrix dan John Wick, mas Nanu yang nga tamat SMA juga banyak membintangi film yang berthema drama. Diantara yang saya suka, A Walk In The Cloud yang bersetting perkebunan anggur di California di jaman setelah perang dunia kedua. Yang lain adalah Sweet November yang bercerita tentang seorang wanita yang menemukan cinta di saat hidup harus berakhir karena penyakitnya. Musik dari soundtracknya yang sangat bagus dan kebetulan beberapa adegan dishoot di taman di depan apartment saya.

Sebenarnya saya agak malas untuk menuliskan alinea berikut ini karena cuma gossip murahan yang sudah dari dulu beredar disini. Tentang kehidupan pribadinya mengapa mas Nanu dalam usia 55 tahun tidak pernah terlihat dengan pasangan lain dan memilih untuk hidup sendiri. Ada selentingan kabar burung kalau mas Nanu termasuk ‘ge’ dalam elgebete dan dari dulu pasangan yang digosipkan dengan dia tidak pernah berubah hampir dua dekade. 20 tahun lebih tua tapi dia sangat kaya raya, memiliki perusahaan film animasi Dreamworks inisial namanya ‘G’ dalam SKG.

Diawal karirnya mas Nanu banyak membintangi film indie dan tidak pilih-pilih dalam berakting dan bisa mengambil peran apa saja. Dua dari permulaan kariernya dimulai dengan bermain sebagai pecinta sesama sehingga tidak heran banyak beredar photo-photo eksotisnya. Drama Wolfboy di Canada dan film ‘My Own Private Idaho’ yang bercerita tentang dunia tersebut mendapat sambutan yang bagus karena kekuatan aktingnya. Jadi maaf kata, kalau banyak yang nanti merasa kecewa kalau saya tampilkan photo mas Nanu seperti yang ada dibawah.

Tabik.

B. Uster Kadrisson