Home > Lain-lain > Law suit..

Jika kalian bertanya apa yang paling ditakuti oleh orang-orang di Amerika? Jawabannya adalah Lawsuit alias tuntutan hukum yang bisa membuat seseorang berakhir di sel penjara. Ini adalah momok yang paling menakutkan, sebisa mungkin untuk dihindari. Banyak waktu akan terbuang sia-sia dan bisa berakhir bangkrut jika sudah berurusan dengan hal ini.

 

Semua orang sangat rentan terhadap tuntutan hukum tanpa melihat tingkat derajat dan profesi. Siapa saja bisa terkena mulai dari pribadi, pemilik bisnis apalagi sebuah company. Profesi di bidang medis seperti dokter dan rumah sakit adalah kasus tuntutan yang paling tinggi. Diperlukan proses pengaduan dan pengawalan seorang praktisi hukum untuk bisa menindak lanjuti.

 

Berbeda dengan peristiwa yang akhir-akhir ini marak dan banyak terjadi di Indonesia. Orang-orang berlomba-lomba mengadukan seseorang ke kepolisian karena cuma tidak senang atau salah berbicara. Mereka tidak terima kalau nama baiknya dicemarkan, itu menurut katanya. Padahal semua orang juga tahu kalau nama pribadinya sudah rusak dan busuk adanya.

 

Di Amerika tidak pernah saya mendengar adanya pengaduan seperti itu. Hal-hal cemen yang membuat hidup menjadi tidak bermutu. Sibuk kasak kusuk kesana kemari bagaikan anak kecil yang mengadu. Padahal kalau mencaci maki orang dia nomer satu tapi kalau disentil sedikit saja tidak mau.

 

Mungkin kalian sering melihat di film-film atau membaca cerita-cerita di buku. Tentang drama kehidupan di Amerika ketika suatu peristiwa terjadi walaupun tidak bermaksud begitu. Saat kedua belah pihak kukuh bersitegang dan hampir terjadi hantam baku. Mereka sebisa mungkin menahan diri dari physical contact dan berkata ”I will sue you.’

 

Pernah waktu bekerja di coffee shop, seorang pelanggan kulit hitam mengadu kekepolisian karena kopinya terlalu panas sehingga lidahnya terbakar. Ada juga teman yang melaporkan warung ayam karena saat makan ternyata ada butir pasir di nasinya yang membuat giginya rompal. Pernah juga ada customer yang terjatuh di depan warung menuntut kerugian dengan alasan pedestrian tidak dibersihkan saat salju tebal. Abercrombie and Fitch pernah dituntut seorang pencari kerja karena lamarannya tidak kunjung diproses dengan alasan rasial.

 

Rata-rata yang dicari para pengadu ini adalah keuntungan berupa kelimpahan materi atau ganti rugi. Jarang ada yang mengadu cuma untuk kepuasan pribadi sendiri. Apalagi menuntut seseorang yang jelas miskin dan kere nga punya apa-apa. Nga akan ada lawyer yang mau memproses kasusnya karena akan cuma buang-buang waktu serta tenaga.

 

Orang Amerika sangat percaya sekali dengan kekuatan sistem hukumnya. Sehingga praktisi hukum atau lawyer adalah profesi yang bisa membuat orang menjadi kaya raya. Kadang-kadang jijik juga jika melihat mereka membela orang-orang yang jelas-jelas sudah bersalah. Cuma karena orang tersebut bisa membayar banyak sehingga hukum dikalahkan oleh uang yang berbicara.

Untuk menghindari tuntutan hukum ini dipasanglah peringatan di mana-mana. Semua establishment bisnis berusaha sebisa mungkin untuk memperkecil semua celah. Misalnya saat mengepel harus pasang tanda peringatan kalau lantainya sedang basah. Jadi jika ada yang terjungkal karena tidak Haiti-Haiti melangkah kita bisa ngeles kalau kita tidak bersalah.

Tapi kadang-kadang tanda peringatan ini menjadi sangat keterlaluan. Saking banyaknya dipasang di mana-mana bisa merusak pemandangan. Dari mulai tanda peringatan “awas kepala terbentur” sampai “kantong plastik ini bukan untuk dibuat mainan”. Di cangkir kopi juga dituliskan “isi kemungkinan panas” atau ‘”berisi konten penyebab alergi” di bungkus makanan.

 

Ada satu lagi yang ikutan bermain mencari keuntungan dari phenomena ini. Siapa lagi kalau bukan perusahaan asuransi yang menawarkan apa saja supaya kita bisa melindungi diri. Saya membayar ribuan dollar setahun cuma untuk melindungi warung dari peristiwa yang tidak diingini. Ada teman dokter yang uangnya habis cuma untuk membayar premi yang sangat tinggi.

 

Tabik.

 

 

B. Uster Kadrisson